Dana Kampung di Papua Capai Rp 5,23 Triliun : Pendamping Kam Awasi Baik, Agar Tidak Timbulkan Masalah

0
390
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Papua, Donatus Motte, dalam sebuah wawancara. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua Donatus Motte menyebut sebagian besar dana desa di bumi cenderawasih, paling banyak dimanfaatkan untuk membangun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Selain itu, dana desa juga paling banyak dipergunakan membangun pagar, membuka usaha peternakan serta perkebunan.

“Intinya dana desa ini dianfaatkan untuk hal yang mendukung kebutuhan masyarakat kampung. Sehingga kita harap hal demikian dapat terus dipertahankan,” tegasnya di Jayapura, kemarin.

Oleh karenanya, BPMK Papua berharap kedepan agar para pendamping dana desa yang bertugas di 29 kabupaten/kota, dapat meningkatkan kinerja, lebih khusus dalam hal mendampingi masyarakat dalam menyusunan dan mempertanggungjawabkan anggaran.

Sebab tak dipungkiri, peruntukan dana desa oleh masyarakat terkadang belum sesuai dengan instruksi para pendamping.

“Dimana saat pelaksanaannya masyarakat akan mengganti sendiri penetapan anggaran tanpa sepengetahuan pendamping”.

“Nah, disinilah peran pendamping kami sangat harapkan, terutama dalam hal pengawasan penggunaan dana desa di setiap kampung agar tidak menimbulkan masalah,” jelasnya.

Diketahui, dana desa untuk Papua tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yang mana di 2019 Papua mendapat Rp 5,23 triliun, sedangkan di 2018 sebesar Rp 4,323 triliun untuk dibagikan ke 5.411 kampung.

Untuk tahap pertama dipastikan sudah terserap seluruh, sementara tahap kedua sementara dalam proses penyaluran. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)