17 Anggota Polres Biak Numfor Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Meninggalnya Ronaldo Yawan di Dalam Sel Tahanan

0
121
Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta didampingi kasat reskrim dan propam saat konferensi pers. (Viona / lintaspapua.com)

BIAK (LINTAS PAPUA) – Polres Biak Numfor hingga saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap 17 anggota yang bertugas piket terkait dengan kasus tahanan berinisial RY (21) yang meninggal gantung diri di dalam tahanan Polres pada Sabtu (15/06/2019).

Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta didampingi kasat reskrim dan propam saat konferensi pers. (Viona / lintaspapua.com)

“Sejak Sabtu hingga hari ini pemeriksaan terhadap anggota yang berjaga di malam itu sudah dilakukan terhadap 17 orang, sudah diperiksa kelalaian mereka masing- masing sudah kita dalami dan akan dilakukan sidang disiplin kode etik.” Ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK, M.Si saat melakukan konferensi pers di Aula Polres Biak Numfor, Selasa (18/06/2019)

Kapolres juga menyebutkan bahwa saat ini Propam Polda Papua telah berada di Biak guna mendampingi pemeriksaan terhadap 17 anggota Polres Biak Numfor yang diduga lalai dalam bertugas.

“Kita juga kedatangan tim dari Polda Papua untuk menjaga Independensi dari penyidikan, 2 Orang Propam Polda Papua.” Kata Kapolres

Terkait Hasil Autopsi oleh dokter Forensik terhadap Jenazah RY, Kapolres menjelaskan bahwa dari hasil laporan pemeriksaan jenazah disimpulkan bahwa Korban meninggal dunia akibat gagal nafas dikarenakan jerat ikat pinggang di leher korban.

“Dari hasil pemeriksaan oleh dokter Forensik pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul lainnya pada tubuh korban. Hal ini berdasarkan hasil laporan pemeriksaan jenazah yang di tanda tangani oleh dr. Isak Reba.” Jelas Kapolres

Kapolres juga menghimbau agar masyarakat khususnya di Kabupaten Biak Numfor tidak mudah mempercayai informasi di media sosial yang beredar saat ini yang belum jelas kebenarannya.

” untuk saudara-saudara kami masyarakat Biak Numfor baik yang ada di Biak maupun di luar Biak apabila mendengar atau membaca informasi yang beredar, perlu di klarifikasi lagi. Tolong berita itu jangan diteruskan karena ini akan menimbulkan konflik lain baik horizontal maupun konflik sosial lainnya.” Himbau Kapolres. (Viona / lintaspapua.com)