Mengakhiri kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 yang dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Kota Denpasar, Sabtu sore, 15 Juni 2019.. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Oleh :  Fahd Pahdepie

Pada Pilpres tahun 2014 saya mendukung Jokowi, tak mendapatkan imbalan, bukan untuk jabatan. Kalau tahun 2019 ini saya juga dukung Jokowi, apakah saya ini memang penting bagi Jokowi? Bukan Jokowi sebenarnya yang butuh saya. Tetapi saya yang butuh Jokowi. Kita butuh Jokowi. Bangsa ini butuh Jokowi.

Kawan, jika ini bukan benar-benar sesuatu yang datang dari dalam dirimu, memanggil-manggil seperti suara nurani yang dibungkam oleh kecemasan-kecemasanmu. Jangan lakukan! Kami bukan barisan para peragu.

Kecuali perasaan itu hadir tanpa kau minta. Datang dari hati dan pikiranmu. Mendesak-desak jadi kata yang tak sabar keluar dari mulutmu, membuatmu mulas melulu. Jangan lakukan! Kami bukan barisan para penakut.

Jika kau masih ragu, khawatir, takut pada orang-orang di sekelilingmu. Jika kau tak mau kehilangan penggemar, pasar atau reputasi karena kau tahu dengan semua ini kau akan mendapat caci maki—sekalipun kau merasa apa yang kaupilih dan yakini ini adalah hal yang benar bagimu. Jangan lakukan! Kami bukan kumpulan orang-orang egois yang mementingkan diri sendiri.

Hei kawan, jika kau masih harus sembunyi-sembunyi, berbisik-bisik, mencari-cari ruang aman yang tak terlihat orang lain. Agar kau bisa tetap selamat setelah semua persaingan ini. Jangan lakukan! Kami berjuang menghadapi semua resiko, bukan para pecundang.

Jika kau melakukan semua ini untuk uang, sensasi, popularitas, pujian-pujian atau tepuk tangan. Jangan lakukan! Kau salah tempat!

Jika kau melakukan semua ini untuk nama baik di mata orang-orang tertentu, jabatan, posisi, atau apapun saja yang semisalnya. Jangan lakukan! Kau tidak tulus membela kepentingan orang banyak.

Jika kau harus duduk berjam-jam dan berpikir panjang. Jika ini merupakan kerja keras bagimu, bahkan dengan memikirkannya saja kau merasa tertekan. Jangan lakukan! Kami bukan para peragu.

Kawan, jika kau hanya ingin terlihat seperti orang lain. Meniru orang lain. Jangan lakukan! Kami ingin dirimu yang sejati, apa adanya.

Jika kau merasa harus menunggu waktu yang tepat. Mencari-cari kesempatan kapan rasa cinta yang sungguh-sungguh itu meledak keluar dari dirimu untuk kau ungkapkan. Jika kau sendiri sebenarnya tahu bahwa waktu yang tepat itu memang tak akan datang dan tak mungkin meledak dari dalam dirimu: Dukung yang lain saja!

Jika kau merasa harus bertanya dulu pada istrimu, pacarmu, orangtuamu, sahabatmu, atau siapa saja. Kau belum siap! Sama sekali belum siap untuk berada di barisan ini.

Jangan seperti para pendukung lain. Jangan seperti ribuan orang yang menyebut dirinya pendukung itu, jangan membenci dan menjatuhkan pihak lain, jangan menyebar kebohongan, jangan dikuasai amarah. Negeri ini telah sesak oleh kabar bohong dan kebencian, juga cinta yang palsu. Jangan menambah-nambah semua itu. Jangan lakukan! Kami tak butuh dukungan yang dipenuhi kebencian.

Kawan, kecuali jika semua ini datang dari dalam dirimu seperti roket yang melesat, matahari yang membakar perutmu, tabrakan pesawat paling gila di gigi belakangmu. Kecuali karena kau begitu mencintai negeri ini dan tak mau kebencian serta arogansi menguasainya. Ayo, ayo, ikutlah di barisan ini! Bergabunglah!

Jika telah tiba waktunya. Dan jika kau memang sudah dipilih oleh takdir. Semua ini akan datang dengan sendirinya dari dalam dirimu, tak tertahankan lagi, tak terbendung lagi. Jika begitu, maka, memang tak ada jalan lainnya. Dan tak ada pilihan lainnya. Kau adalah seorang pejuang !. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here