Lakukan Reses, Maria Pampang Janji Bawa Aspirasi Masyarakat Langsung ke Wali Kota

0
315
Anggota DPRD Kota Jayapura, Maria Pampang, saat memberikan sambutan ketika berdialog interaktif dengan masyarakat di Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura. (Irfan / HPP)

Banyak Terima Aspirasi Masyarakat, Mulai Dari Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan Masalah yang Dihadapi Oleh Pedagang Pasar Youtefa

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna menyerap dan mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyambung tali silaturahmi dengan masyarakat di Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Kota Jayapura, anggota DPRD Kota Jayapura, Maria Pampang, melaksanakan reses di wilayah konstituennya, yang berlangsung di Lapangan Eks Pasar Lama Abepura, Sabtu (15/6/2019).

Anggota DPRD Kota Jayapura, Maria Pampang, saat memberikan sambutan ketika berdialog interaktif dengan masyarakat di Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura. (Irfan / HPP)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua RT, Ketua RW, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan yang ada di RT 003/ RW 003 Kelurahan Yobe, Distrik Abepura.

Kegiatan reses ini selain dalam rangka mendengar serta menyerap aspirasi, juga mendengarkan saran dan masukan langsung dari masyarakat Kelurahan Yobe terkait apa saja yang menjadi kendala terkait masalah pembangunan, baik itu dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya yang masih menjadi kendala.

Maria Pampang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Yobe, yang memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Anggota DPRD Kota Jayapura.

“Tentu, tanpa dukungan dari bapak ibu semua, tidak mungkin saya menjadi anggota DPRD Kota Jayapura,” ucap perempuan yang juga Anggota Komisi D DPRD Kota Jayapura, saat dikonfirmasi wartawan harian ini usai kegiatan reses, Sabtu (15/6/2019) sore pekan kemarin.

Anggota DPRD Kota Jayapura, Maria Pampang, saat memberikan sambutan ketika berdialog interaktif dengan masyarakat di Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura. (Irfan / HPP)

Maria Pampang mengatakan, bahwa kegiatan reses tersebut merupakan hak dan kewajiban anggota DPR, untuk mendengar dan melihat serta menyerap langsung keluhan, saran maupun masukan atau aspirasi dari masyarakat.

“Jadi, reses ini merupakan program atau kegiatan rutin kami di Dewan dan tiap tahun kami mengadakan tiga kali reses. Nah, reses ini sudah diatur didalam aturan yang berlaku. Karena menyerap aspirasi sesuai dengan tupoksi saya,” katanya.

“Tujuannya, untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, apakah itu dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya itu nanti disampaikan ke kami di Dewan,” sambung Maria Pampang.

Reses tersebut dibanjiri warga. Antusiasme warga nampak dari banyaknya pertanyaan yang diberikan warga.

Anggota DPRD Kota Jayapura yang dikenal kritis ini dihujani pertanyaan seputar, pendidikan, kesehatan serta masalah yang dihadapi oleh para pedagang Pasar Youtefa Kotaraja.

Semua pertanyaan dijawab lugas oleh Maria Pampang yang kala itu hadir didampingi para Ketua RT dan Ketua RW.

Ia berjanji bakal menyampaikan keluhan warga ke Wali Kota Jayapura atau kepala dinas yang bersangkutan.

“Dari aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini nanti kami akan menyampaikan atau melaporkannya langsung ke Wali Kota, untuk bisa di programkan dan di akomodir guna kegiatan-kegiatan misalnya di infrastruktur atau di bidang-bidang lain,” kata Maria ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini ketika ditanya soal keluhan warga tersebut.

Politisi partai Demokrat ini juga menjelaskan, bahwa reses ini bukan merupakan ego yang ditampilkan olehnya. Tetapi, merupakan tanggung jawab moralnya kepada konstituen, khususnya kepada masyarakat Kelurahan Yobe dan konstituen lain yang sudah memilihnya.

“Seperti yang tadi disampaikan soal masalah dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ya kan, kalau dana BOS itu mereka tidak mendapatkan rutin. Artinya, mungkin di semester ini mereka dapat, nanti di semester berikutnya tidak dapat dana BOS. Nah, ini yang nanti kami akan koordinasikan dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

“Bagaimana dengan hal ini, untuk dana BOS. Apalagi dana BOS itu memang dia sudah punya program, dia sudah punya juknis itu dana BOS sebetulnya. Jadi, saya berharap juga dari masyarakat khususnya di pendidikan itu mereka tidak terlalu ini tentang dana BOS. Karena sudah digunakan semuanya atau sudah dibagi-bagi posnya,” tambah Maria Pampang.

Adanya keluhan warga Eks Pasar Lama Abepura yang sebagian besar merupakan pedagang di Pasar Youtefa Kotaraja, Maria Pampang menuturkan, segera menampung aspirasi yang berkembang dan menindaklanjuti dengan bersama-sama Pemkot Jayapura, dengan skala prioritas termasuk langsung membicarakannya dengan pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Ya, memang sebetulnya kan Pemkot Jayapura telah membuat lokasi yang baru kan yang di belakang Otonom itu. Kami di Dewan itu menilai apa yang pemerintah telah buat saat ini itu sudah bagus. Artinya, ingin membuat yang baik buat para pedagang, dengan merelokasi merkea ke lokasi pasar yang baru. Hanya yang menjadi permasalahan saat ini, karena saya pernah berbincang-bincang dengan warga pedagang yang ada di Pasar Youtefa Kotaraja terkait kenapa mereka belum pindah di lokasi pasar yang baru,” sebutnya.

“Kemudian mereka katakan, bahwa mereka tidak mau pindah kesana karena pasar tidak mampu menampung mereka. Artinya, pedagang di pasar itu kurang lebih berjumlah 3000, sedangkan pembangunan pasar baru yang dilakukan atau dibuat oleh Pemkot Jayapura ini baru bisa menampung kurang lebih sekitar 1000 pedagang. Jadi, tidak bisa menampung semua pedagang untuk pindah sehingga mereka malas untuk pindah. Karena mereka maunya itu satu kali pindah dan pada prinsipnya itu mereka mau pindah ke lokasi pasar yang baru,” sambung Maria.

Kepada wartawan harian ini, Maria Pampang mengatakan, bahwa wakil rakyat adalah mengemban amanah yang mulia dan bertanggung jawab dengan itu (amanah), serta merealisasikan keinginan masyarakat yang beradab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila untuk mencapai kesejahteraan. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here