Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat berbincang dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam, ST., M.MT, Kepala SMKN 1 Penerbangan Budi Riyanto dan Plt Kepala SMKN 1 Sentani. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST, M.MT., menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, yang telah mewajibkan kepada para calon peserta didik untuk lakukan tes urine sebagai syarat wajib yang harus dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam. (Richard Mayor)

Ditemui Jumat (14/6/2019) sore lalu, di Pelataran Parkir Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura,  Alpius Toam mengatakan, soal tes urine itu adalah kebijakan sekolah. Imbauan jauh hari dari pihak dinas telah disampaikan syarat tersebut bersifat personal boleh dilakukan, karena hal tersebut menyangkut pembiayaan.

“Kita justru sangat berterima kasih kalau misalnya BNNK Jayapura kerjasama dengan berbagai pihak bersama-sama dengan sekolah. Itu baik untuk menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak,” ungkapnya.

Alpius menambahkan, tes urine merupakan langkah dan terobosan baru pihak sekolah yang bekerjasama dengan pihak BNN dan perlu mendapat dukungan,  dia berharap bagi sekolah yang belum berlakukan syarat tersebut, hendaknya kedepan harus mewajibkan siswa tes urine. Agar para siswa dapat menjauhi penggunaan narkoba.

Untuk diketahui, kabar dari Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura dari ratusan siswa yang telah jalani tes Urine, 5 Siswa terdeteksi Positif menggunakan narkoba.

Kepala Seksi Rehabilitasi pada BNN Kabupaten Jayapura, Yulius Panggau mengatakan, langkah baik telah dilakukan pihak sekolah yang mengharuskan calon siswa jalani tes urine, sebagai bentuk pencegahan dini penyalahgunaan narkoba yang kini telah merambah anak usia sekolah, dari ratusan anak jalani tes terdapat 5 orang positif penyalahgunaan narkoba.

Lanjut Yulius, penerapan aturan tes urine yang diberlakukan oleh sekolah sangat membantu pihak BNN untuk secepat mungkin merehabilitasi siswa yang dinyatakan positif menggunakan obat terlarang, dan anak tersebut ruang geraknya bisa selalu diawasi.

“Saya juga telah sampaikan ke kepala-kepala sekolah anak jangan di keluarkan dari sekolah, karena mereka juga punya hak untuk sekolah , yang penting mereka mau direhabilitasi tetapi kalau mereka tidak mau di rehabilitasi itu hak pihak sekolah,”ungkapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, soal masih ada beberapa sekolah yang belum wajib kan siswa tes urine. Yulius menghimbau, setiap sekolah hendaknya berlakukan syarat wajib bagi siswa untuk tes urine, sebab hanya dengan cara itu bisa cegah anak gunakan narkoba apalagi sudah banyak temuan anak usia sekolah di sentani konsumsi narkoba. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here