JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekitar 2.899 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tingkat Provinsi Papua, dipastikan bakal “Baku Rampas” atau yang diistilahkan  berebut 606 kouta yang sebelumnya ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua,  Nicolaus Wenda di Jayapura, Rabu (24/4/2019). (Erwin / HPP)

Kendati demikian, menurut  Kepala Badan Kepegawaian Daerah Papua, Nicolaus Wenda, 2.896 pelamar CPNS tingkat provinsi ini masih harus tes CAT atau Computer Assisted Test pada 19 sampai dengan 25 Juni 2019, dengan membawa kartu peserta tes, KTP Elektronik dan alat tulis pada tempat yang nantinya akan ditentukan.

“Intinya julah 2.899 pelamar ini kan sudah lulus seleksi administrasi. Selanjutnya mereka ikuti tes CAT dan tinggal menunggu pengumuman siapakah nanti yang berada pada peringkat teratas, untuk kemudian terpilih pada formasi yang sudah disediakan itu,” terang Nicolaus Wenda di Jayapura, kemarin.

Dia katakan, penyebab tak lulusnya calon pelamar pada seleksi administrasi, dikarenakan sejumlah berkas persyaratan yang diminta tak dapat ditunjukan.

Untuk itu, dia berharap kepada para pelamar yang belum lulus agar menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran untuk selanjutnya bisa lebih teliti pada penerimaan berikutnya.

Sementara untuk pelamar yang sudah dinyatakan lolos mengikuti tes CAT, diimbau segera mengecek nomor ujian melalui akun resmi SSCN, dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Tentuunya kita harap untuk belajar dan jaga kesehatan, mengingat tes akan berlangsung selama seminggu dengan menggunakan sistem CAT. Tes akan dilaksanakan di aula SMK 3 Kotaraja, Kota Jayapura,” ujarnya.

Nicolaus juga mengimbau kepada seluruh pelamar agar tidak mempercayai isu-isu yang beredar melalui media sosial terkait penerimaan CPNS, dikarenakan BKD tidak pernah menjanjikan jatah dalam setiap rekrutmen pegawai negeri. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)