Jelang Pelaksanaan PON XX, Diharapkan Airlines Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat

0
73
Tampak Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Pemerhati Penerbangan Indonesia, Suwandi berharap Airlines atau maskapai penerbangan yang menjalani bisnisnya di Papua untuk bisa menurunkan harga tiker pesawat saat penyelenggaraan agenda nasional empat (4) tahunan, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua, sehingga iven PON ini dapat berjalan sukses dengan dukungan dan support semua pihak.

Pemerhati Penerbangan Indonesia, Suwandi, saat memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini. (Irfan / HPP)

“Airlines menurut saya jujur saja ke pihak terkait, tentang kendala menurunkan harga tiket agar terjadi lagi masa zaman keemasan tiket terjangkau,” harap Suwandi yang juga alumni PLP, Curug 1994 ini.

Dikatakannya, Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah perlu berdialog khusus, karena masyarakat tidak mau gagal karena tiket yang mahal. Airlines juga harus rela mengurangi keuntungan untuk iven nasional di Papua ini.

“Ribuan official menanti dan siap hadir untuk menjadi duta dan pahlawan olahraga pada laga PON XX mendatang, karena PON 2020 bukan saja sebagai ajang berlaga. Tetapi, juga sebagai explore alam Papua nan elok dan indah. Turunkan harga tiket demi jaga, lindungi, dan cintai Papua,” ujarnya dalam rilis persnya yang dikirim ke wartawan harian ini via pesan elektronik, Senin (10/6/2019) kemarin sore.

Diungkapkan, bahwa perhelatan akbar olahraga nasional atau yang dikenal dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 sebentar lagi akan berlangsung di Provinsi Papua.

Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bekerja keras all out untuk mensukseskan agenda nasional 4 tahunan ini di Provinsi Papua.

Berbagai sarana dan prasarana, seperti venue cabang olahraga (cabor) dan tempat penginapan atlet serta para tamu dan undangan terus disiapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Papua.

“Kita semua bangga dan Papua harus bisa dan Papua harus sukses dalam pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 mendatang di Papua,” paparnya.

Namun demikian, menurut Suwandi selaku masyarakat dan pemerhati penerbangan ini, ada satu hal yang penting sekali diperhatikan selain infranstruktur dan sarana prasarana yang hari ini disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah, yaitu harga tiket yang melambung atau mahal dan harga seperti biasanya.

“Melihat letak Papua kita ini merupakan wilayah paling timur Indonesia, maka pesawat udara menjadi modal utama. Ingat pesawat ingat tiket, ingat tiket ingat harga yang wow saat ini,” ucapnya.

Dia, menyampaikan harga tiket pernah mengalami zaman keemasan penerbangan nasional, yaitu tiket dengan harga murah sampai dengan pertengahan tahun 2018.  Namun pasca lebaran tahun 2018 lalu tiket mahal. Sudah banyak permintaan masyarakat untuk menurunkan harga tiket pesawat melalui jalur formal atau nonformal.

“Pemerintah melalui kementeriannya turun tangan mencari solusi, sampai dilakukan perubahan Peraturan Menteri Perhubungan, untuk perhitungan tarif yang baru. Airlinepun langsung rapat barisan menerapkan peraturan yang baru dan hasilnya tetap mahal tapi tidak salah. Melihat kondisi ini kita bayangkan dengan adanya pelaksanaan  PON ke XX tahun 2020 di Papua yang sudah didepan,” jelas Suwandi diakhir rilis persnya. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua