Lindungi Cagar Alam Cycloop, Pemkab Jayapura Tanam Pohon Bersama TNI – Polri

0
77
Penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S. E., M.Si., ini juga diikuti Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dan  sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Papua dan unsur pimpinan TNI-Polri yang dipusatkan di Batas Kota Sentani-Abepura, Jumat (24/5) pagi pekan lalu. (Irfan / HPP)

Minggu depan masyarakat adat akan lakukan upaya pemulihan Kawasan Cyclop

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura melibatkan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura dalam melindungi dan menyelamatkan Cagar Alam Cycloop (CAC), dengan melakukan penanaman pohon disepanjang jalan utama Sentani-Abepura dan kawasan CAC.

Penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., ini juga diikuti Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dan  sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Papua dan unsur pimpinan TNI-Polri yang dipusatkan di Batas Kota Sentani-Abepura, Jumat (24/5) pagi pekan lalu.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat lakukan penanaman pohon. (Irfan / HPP)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw  kepada awak media menyatakan, bahwa kehadiran pihaknya bersama TNI-Polri, tokoh adat, tokoh pemuda, relawan serta pemerintah Provinsi juga Pemerintah Kota Jayapura dalam acara penanaman pohon ini sebagai tanggungjawab bersama untuk menjaga, merawat dan melindungi kawasan cagar alam Cycloop.

“Jadi, aksi yang kita lakukan hari ini (Jumat, 24/5/2019) disepanjang jalan protokol dan kawasan cagar alam Cycloop ini adalah momentum untuk meningkatkan perhatian kita terhadap Cycloop atas bencana banjir bandang dan longsor yang kita alami beberapa waktu lalu,” katanya.

WALI KOTA JAYAPURA DR BENHUR TOMI MANO, MM MENANAM POHON PADA TURUS JALAN PROTOKOL WAENA-SENTANI. (Humas Kota Jayapura)

Saat ini, lanjut Bupati Mathius menyebutkan, masyarakat adat juga telah menyatakan kesediaannya untuk memperhatikan dan berpertanggungjawab terhadap kawasan cagar alam Cycloop.

“Minggu depan, masyarakat adat akan melakukan upaya-upaya pengembalian lingkungan dari kerusakan  yang terjadi tapi juga pemulihan-pemulihan. Dan kawasan cagar alam cyclop akan dibuat semacam satu batas alam untuk tidak boleh dilewati batas tersebut oleh masyarakat,” ujarnya.

“Yang mana menurut saya, ini adalah sebuah gerakan besar yang akan berjalan terus menerus sejalan dengan MOU perlindungan cagar alam cycloop yang sudah ditandatangani oleh Kementrian lembaga dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota di depan Presiden Joko Widodo belum lama ini,” tambahnya.


Ketika ditanya soal titik-titik pemulihan Cagar Alam Cyclop, kata Bupati Mathius itu akan dilakukan serentak di masing-masing  wilayah adat mulai dari Ravenirara, Tanah Merah hingga Sentani.

Nantinya, kata Mathius, masing-masing wilayah adat akan bertanggungjawab  dan akan didukung oleh unsur TNI-Polri dan pihak terkait lainnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)