JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Negara kita memberikan ruang kepada Warga Negara Asing (WNA) untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) melalui jalur naturalisasi, sebagaimana yang dilakukan Wales Din Wayli, hari ini selasa, 23 Mei 2019 disumpah menjadi wni, Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas Kepala Kantor, Max Wambrauw usai melantik Wales resmi menjadi wni, di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kemwnterian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua.

Pelaksana tugas Kepala Kantor, Max Wambrauw usai melantik Wales resmi menjadi wni, di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kemwnterian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua..
Suasana saat Warga Amerika, Wales Din Wayli Ambil Sumpah Menjadi Warga Negara Indonesia. (
Papua.kemenkumham.co.id)

Max Wambrauw mengatakan, saat ini pendaftaran Kewarganegaraan RI berdasarkan pasal.19 UU Nomor 12/2006 dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Administrasi Kewarganegaraan Elektronik (SAKE) pada layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) online.

Max Wambrauw berharap dengan penyumpahan hari ini Wallace bisa berkolaborasi dengan program-program Pemerintah Daerah dan LSM yang ada di Tanah Papua.

” Wallace sudah 42 tahun berada di Papua dengan kegiatan yang luar biasa, membangun pendidikan khusus orang asli Papua ,” Kata Wambrauw

Wallace sendiri seorang pendiri sekolah Papua Harapan yang beralamat di Kabupaten Jayapura. Hal ini menurut Wambrauw sangat bagus karena sebelumnya Wallace adalah seorang pilot pada pesawat MAF. Tapi sekarang ia sudah membangun sekolah khusus anak asli Papua yang tersebar hingga ke Pedalaman Papua.

” Wallace seorang pejuang pendidikan di tanah Papua, membangun Papua adalah membangun manusianya,” tegas Max Wambrauw (23/5/2019).

Warga Amerika, Wales Din Wayli Ambil Sumpah Menjadi Warga Negara Indonesia. (
Papua.kemenkumham.co.id)

Sementara itu,  Wallace Dean Wiley, pria kelahiran Washington, 5 April 1948 tersebut mengaku, dirinya mau dinaturalisasi karena kecintaan dirinya terhadap Indonesia, lebih khusus Tanah Papua.

Pria yang sudah mahir berbahasa Indonesia mengatakan, saya begini karena kehendak Tuhan, Tuhan memanggil saya ke Papua untuk membantu sebaik mungkin di sini, dengan usia yang sudah tua, saya lakukan naturalisasi biar saya bantu secara bebas di sini.

” Selama di Papua saya di MAF tetapi beberapa tahun ini kami mendirikan yayasan baru yaitu Papua Harapan,” Kata Wallace

Menurutnya, bersama yayasan Papua Harapan kami sudah bangun sekolah dan juga ada beberapa yang berada di Pedalaman Papua, termasuk membangun Klinik kesehatan.

Harapan Wallace ke depan, bisa membangun sebuah sistem kesehatan yang paling baik untuk anak-anak kita di pedalaman.

” Saya lihat potensi pendidikan yang luar biasa dalam diri anak-anak Papua tetapi kesempatan belum ada, maka kami mau kasih mereka kesempatan dan waktu sebaik-baiknya dan maju bersaing dengan seluruh dunia,” Ujarnya

Dijelaskannya, sekolah pada Yayasan Papua Harapan menerima anak-anak Papua dari tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, namun kata dia, ke delan akan dibangun sekolah untuk anak-anak SMP sampai SMA tentu hal yang sama dilakukan di pedalaman Papua.

” Kami mulai dengan 7 orang anak Papua, dan dalam waktu dekat mereka akan diwisuda, saya bangga sekali dengan mereka ini akan kami terapkan kepada seluruh anak Papua,” jelasnya.

Enam sekolah yang telah dibuka Papua Harapan di pedalaman Papua bekerjasama dengan Lippo, di Tolikara, Mamit, Karbaga, Koropun, Nautsa, Danage, dan Doboto.

Turut hadir pada Acara pelantikan, Isteri dan keluarga dari Wallace, Pejabat Eselon III dan IV, para JFT dan JFU di lingkungan Kanwil Kemenkum HAM Papua. (***)