JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna menciptakan pemuda yang kreatif dan mandiri Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Jayapura, menggelar pelatihan pencetakan PIN bagi pemuda menuju PON XX tahun 2020 yang berlangsung di salah satu hotel Jayapura, Kamis 23 Mei 2019.

Menurut  (

“Kami (Dispora) mengadakan pelatihan pencetakan PIN bagi pemuda kota Jayapura untuk menciptakan pemuda yang kreasi dan kreatif dan ini juga merupakan salah satu dari visi misi Dispora,” ujarnya.

Dijelaskan Rocky, selain itu pihaknya ingin menselaraskan kegiatan ini menuju PON yang akan berlangsung tahun depan di Papua. “Sehingga ada pemuda yang mempunyai jiwa intrapreneurship dan ini yang harus kita tumbuhkan dari sekarang,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak lima puluh pemuda yang ikut dalam kegiatan ini, baik pemuda gerej, masjid, OKP, dan sebagainya. “Sasaran dari kegiatan pelatihan ini untuk bagaimana pemuda bisa menjadi tenaga yang terampil dan bisa menciptkan ide-ide kresi baru,” kata Rocky.

Ia pun berharap,  pada setiap event yang nantinya akan diselenggarakan di kota Jayapura, pemuda-pemuda ini bisa dikolaborasikan dengan pengrajin yang lain sehingga bisa menciptakan kearifan lokal budaya Papua lebih khusus kota Port Numbay.

“Saya berharap melalui pelatihan ini para pemuda dapat ditempatkan pada setiap venue-venue yang ada dikota Jayapura agar bisa mencetak PIN dengan kreasi yang berbeda, tidak hanya bentuk burung Cenderawasih saja, tetapi juga untuk Logo PON nanti,” ujarnya.

Ditambahkan, selain venue bisa juga para peserta ini bisa ditempatakan pada hotel dan penginapan-penginapan yang dipakai bagi peserta PON. “Jadi ajang tes eventnya itu pada Popnas nanti, kiranya hal yang dilakukan ini berdampak positif bagi generasi mudah dengan kreatifitas mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten II Setda kota Jayapura, Drs. M. Nurjainuddin Konu, mengakui di era pergaulan bebas sekarang produk kerajinan tangan memiliki daya saing yang tinggi, produknya banyak diminati serta memiliki harga jual yang sangat menguntungkan.

Menurutnya, kerajinan tangan merupakan produk dari sebuah kreasi yang inovasi yang menggabungkan seni serta ketrampilan. “Maka pembangunan kota Jayapura lima tahun kedepan diharapkan agar terciptanya masyarakat adil, makmur sehingga pengembangan manusia melalui pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan pelatihan memang sangat penting untuk itu diharapakan peserta pelatihan dapat mengikuti dengan saksama agar supaya dapat menambah wawasan, pengetahuan serta teknis pembuatan PIN yang sederhana dan benar.

“Pesan saya kepada para peserta agar sungguh-sungguh mengikuti dan mempelajari apa yang disampaikan instruktur, sehingga melaluinya dapat memberikan pengaruh positif dalam pembentukan karakter, agar semkin kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini ia mengajak pemuda untuk jadikan persaingan sebagai motifasi dan dapat memprioritaskan corak Port Numbay dalam pembuatan PIN.

“Kiranya melalui kegiatan dapat melahirkan pemuda yang siap dipakai dan terciptanya lapangan kerja bagi para pemuda,” pungkasnya.
(Gracio/lintaspapua.com)