Cegah Cacar Monyet di , Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tingkatkan Pengawasan di Perbatasan

0
55
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg, Aloysius Giyai, M.Kes., saat memberikan keterangan pers. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Belum lama ini, media sosial diramaikan dengan penularan virus cacar monyet yang diderita oknum TNI. Kendati hal itu telah mendapat bantahan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah bergerak cepat dengan melakukan peningkatan pengawasan di wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga.

“Kami sudah melakukan antisipasi di wilayah perbatasan seperti Pulau Mapia di Supiori, Perbatasan Wutung, Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Pegunungan Bintang dan beberapa daerah lainnya yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini”.

“Dilain pihak, kami juga meminta petugas kesehatan mendorong dan melengkapi imunisasi rutin yang disarankan. Dalam artian jika waktunya divaksin harus lakukan, jangan ditunda supaya bisa mencegah terjangkit sebuah virus,” terang Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giay, di Jayapura, kemarin.

Kendati demikian, ia berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungannya. Sebab mengadakan sanitasi yang baik, namun berperilaku buruk seperti menumpuk sampah, makan makanan basi, hal seperti ini bisa menyebabkan masuknya sebuah penyakit.

Dia tambahkan, cacar monyet adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus cacar monyet yang dapat timbul pada hewan tertentu termasuk manusia.

Gejalanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyari otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah, di mana paling sering ditemukan di daerah Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Kendati demikian, hal itu, tak dipungkiri bisa segera masuk ke Indonesia, bahkan Papua. Oleh karenanya, Dinkes Provinsi Papua akan meningkatkan koordinasi dengan pemda kabupaten dan kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi.

“Memang di Papua belum ada laporan yang masuk (virus cacar monyet). Tapi kami berharap di Papua tidak ada penularan,” harapnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)