SENTANI (LINTAS PAPUA)  –   Merasa bersimpati terhadap korban terdampak meluapnya air Danau Sentani hingga menggenangi ratusan rumah warga, Tim Kerja Alumni APDN Yoka berinisiatif untuk membantu warga dengan membangun sumur bor.

Ketua Tim Alumni APDN Yoka, Kristian Epa, menuturkan alasan pembangunan sumur bor, yakni setelah pihaknya melakukan survey di kampung – kampung terdampak hal apa yang paling dibutuhkan oleh warga.

“Ada himbauan dari pemerintah daerah bahwa untuk sementara air di Danau Sentani sebaiknya tidak dikonsumsi hingga jangka waktu yang belum ditentukan. Awalnya kami mau menyumbang air galon, namun setelah diskusi akhirnya kami memutuskan untuk membangun sumur bor,” terang Kristian Epa.

Kata Kristian, pembangunan sumur bor merupakan sumbangan suka rela alumni APDN Yoka. Saat ini pihaknya telah berhasil membangun 10 sumur bor di kampung yang ada di pinggir Danau Sentani.

“Kami juga berusaha mendekati IPDN, dan mereka membantu untuk pembuatan 2 sumur bor. Hari ini kami mendapat bantuan dari Bank Indonesia 2 sumur bor, sehingga ada 14 sumur dari 32 sumur yang direncanakan,” urainya.

Kristian menambahkan, saat ini masih cukup banyak kekurangan material untuk membangun sisanya, dan pihaknya masih terbuka jika ada alumni yang tergerak memberikan bantuan.

Minggu Sore (21/4/2019) Tim Kerja Alumni APDN bersama dengan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Sumur Bor

Penyaluran bantuan berupa peralatan pembangunan sumur bor, yakni tendon air, pipa, pompa air dan generator diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Joko Supratikto, kepada warga kampung Kleublouw Asei, Distrik Sentani Timur dan warga Kampung Yoboi Distrik, Sentani Kota.

Penyerahan bantuan berlangsung di gereja Kemah Injili Pos Penginjilan Philia, Kampung Kleublouw, Sentani Timur, pada Minggu sore (21/4/2019).

“Kami menyerahkan bantuan sebagai wujud kasih persaudaraan kepada sesama, terlebih lagi saat ini bertepatan dengan Hari Raya Paskah,” tutur Jojo Supratikto.
Joko menilai pemberian bantuan berupa peralatan sumur bor sangat tepat, karena kebutuhan air bersih sangat diperlukan warga.

“Untuk pengerjaan pembuatan sumur bor, secara teknis kami serahkan kepada tim kerja alumni APDN,” katanya.

Selain memberikan bantuan peralatan sumur bor, Joko juga menyerahkan bantuan dari Ikatan Pegawai Bank Indonesia unit karyawan Kristen berupa sembako kepada warga di 2 kampung. (Yulika)