Ketersediaan Bahan Pokok  di Pastikan Aman Selama Bulan Ramadhan di Kota Jayapura

0
67
Demikian hal ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., setelah melalukan pemantaua sembilan Bahan Pokok (Bapok) di pasar mederen dan pasar tradisional di kota Jayapura, bersam tim pengendalian Inflasi kota Jayapura.. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Selama tiga bulan kedepan stok Bahan Pokok (Bapok) dipastikan aman dengan ketersediaan yang cukup.

Demikian hal ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., setelah melalukan pemantaua sembilan Bahan Pokok (Bapok) di pasar mederen dan pasar tradisional di kota Jayapura, bersam tim pengendalian Inflasi kota Jayapura.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, saat bersamaan lakukan sidak ke Pasar Hamadi. (ISTIMEWA)

Beberapa titik yang di kunjungi Tim pengendalian inflasi kota Jayapura, diantaranya Hypermart Kota Jayapura, pasar sentral Hamadi, pasar Youtefa dan beberapa Distributor lainnya guna memantau langsung ketersediaan bapok salama bulan puasa.

Menurut Walikota, bahan pokok yang biasanya di gunakan seperti telur, minyak goreng, tepung, beras, sayur mayur di beberapa pasar tradisional dan modern terpantau masih wajar, artinya belum adanya kenaikan harga yang signifikan.

“Cabai per kg 70 sampai 98 ribu, bawang merah 50 ribu hingga 70 ribu per kg. Sementara untuk bawang putih di pasar modern saat ini turun hingga 35 per kg, namun di pasar hamadi masih berkisar 50 hingga 70 per kg. Sedangkan telur lokal Rp 2.500 hingga Rp 2.200 per butir, Tomat 23 ribu per kg, untuk
Ayam potong 38 ribu per ekor kecil, dan ekor besar 70 ribu per ekor besar,” katanya di Jayapura, Kamis, (16/5/ 2019).

Wali kota menegaskan, tugas pemerintah Kota Jayapura dan Tim pengendalian inflasi kedepan akan terus melakukan pemantauan dan mengamankan ketersediaan sembilan bahan pokok.

“Untuk itu saya menghimbau kepada Distributor dan pedagang agar tidak menaikan harga bahan pokok, serta melakukan penimbunan barang selama bulan puasa, bulan yang penuh berkah ini,” harapnya.

Senada dengan Wali Kota, Deputi perwakilan Bank Indonesia Papua, Fauzan menambahkan untuk pemantauan di lapangan khusus untuk pasar modern terpantau bahan pokok tidak terlalu mengalami kenaikan atau harga masih stabil.

Sedangkan pasar Tradisional pergerakanya lebih ke fluktuasi, dan juga masih dalam keadaan yang wajar dan masih terpenuhi, serta penimbunan barang-barang juga belum di temukan.

” Memang kemarin di bulan April kita di kota Jayapura perkembangan ekonomi mengalami deflasi atau penurunan harga, namun proyeksi kami kenaikan akan terjadi di bulan Mei, dan biasanya itu terjadi karena mendekat jelang bulan Ramadhan, ” ujarnya.

Untuk itu kata Fauzan hal- hal lain juga yang harus di perhatikan untuk terus memantau kecukupannya yakni lonjakan harga tiket.

“Kami harapkan tiket menjelang bulan ramadhan bisa kembali normal seperti biasanya,” tandasnya. (Gracio/lintaspapua.com)