SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Provinsi Papua Donatus Motte SE, M.M, mengapresiasi Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si, yang melindungi dan memperkuat adat dengan kebijakannya. Dengan adanya proteksi kuat terhadap adat, maka kekhawatiran penggunaan uang secara sembarang bisa dihindari.

Donatus mengatakan, bahwa untuk mewujudkan setiap kampung menjadi kampung adat, dirinya mengakui telah melayangkan surat kepada seluruh Bupati di Provinsi Papua dan hanya Kabupaten Jayapura yang positif dan serius membentuk kampung adat.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi di tingkat Provinsi yang dihadiri seluruh kabupaten.

“Nah, sekarang kalau ada yang pakai uang sembarang sanksinya apa. Itu yang kita mau, dengan begitu orang jadi berpartisipasi aktif dan takut pakai uang sembarang. Misalnya, mau pakai uang mereka takut hukum adat. Ini tidak boleh dan hukum Tuhan juga tidak boleh,” terang Donatus Motte kepada wartawan usai membuka kegiatan   Sosialisasi dan Tahapan Pembentukan Kampung Adat di 5 wilayah, yanh berlangsung di Hotel Grand Tahara, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/5/2019) sore.

Donatud Motte berharap, 161 kampung dan 5 kelurahan yang ada di Kabupaten Jayapura mempunyai peraturan tentang kampung adat, sehingga semua penghuni di semua kampung yang dimaksud dalam setiap aktivitas dan kehidupannya mengikuti aturan yang berlaku demi tatanan hidup lebih baik dengan tidak meninggalkan adat istiadat budaya setempat.

“Jadi kampung-kampung ini ada aturannya, baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun menjalankan program pemerintah yang masuk dalam kampung itu. Harapan kami yang paling besar agar program pemerintah yang masuk disana betul-betul mendarat dan semua orang mengetahui adat itu,” paparnya.

Selain itu, Donatus Motte juga menerangkan, dengan begitu masyarakat setiap kali hendak merencanakan perencanaan pembangunan atau pembntukan kampung adat tidak menyimpang dari adat setempat.

“Jadi, kampung ke depan harus memiliki jati diri kuat dan akan disegani. Sebagai upaya membangun indentitas kampung adat sangat didukung oleh pemerintah dibuktikan dengan menyiapkan anggaran dana yang sangat besar,” imbuhnya.

“Untuk di tahun ini sudah diluncurkan 5 triliun 23 milyar untuk seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Papua dan rata-rata 900 juta rupiah per kampung. Kemudian di Kabupaten Jayapura, pak bupati itu sangat luar biasa dengan memberikan dana cukup besar untuk kampung-kampung adat melalui dana pemberdayaan masyarakat,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)