JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai meminta, agar penanganan Malaria di Papua semakin maju, mengingat provinsi tertimur di Indonesia ini, bakal dikunjungi ribuat atlet maupun official saat PON XX 2020 mendatang.

“Tentu saya harap kualitas SDM analis laboratorium ini di seluruh Papua mesti ditingkatkan. Tapi ingat, alat harus dikalibrasi. Sebab kadang alat itu membodohi kita. Kadang kita periksa malaria di tidak ada, nanti periksa di tempat lain ada. Mikrosopnya mungkin sudah rusak. Sehingga sekali lagi alat harus dikalibrasi,” terang ia di Jayapura, kemarin.

Baru-baru ini, sambungnya, digelar Pelatihan Mikrosopis Tenaga Analisis/Labarotorium khusus malaria di Balai Latihan Tenaga Kesehatan (Balatkes) Provinsi Papua, Padang Bulan, Jayapura. Pelatihan ini dinilai penting agar para tenaga microsphis, analis dan laboratorium di unit pelayanan kesehatan daoat gambil bagian, guna lebih terampil dalam memberikan layanan kesehatan saat PON XX di Papua.

“Intinya tugas kita bersama adalah ikut menyukseskan agenda PON khusus di bidang kesehatan. Sebab ada satu syarat yang mesti dipenuhi, yakni minimal enam bulan sebelum PON daerah yang ada venuenya harus bebas dari malaria”.

“Untuk itu, saya ajak kita semua bekerja keras dan menjaminan bahwa semua kontingen yang datang, akan terbebas dari penyakit ini,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelatihan Dorkas Dona, SKM mengatakan, sebanyak 17 analis hadir dalam pelatihan berasal dari sejumlah unit pelayanan kesehatan di Jayapupra, Timika, Nabire, Merauke, Asmat, Keppi, dan Bouvendigoel.

“Kami pada prinsipnya mendukung PON dan kami berharap pemerintah bisa membantu menyediakan tenaga analis yang terlatih,” katanya.  (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)