JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –   Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Papua, Max Olua mendapat kepercayaan membacakan janji pengurus di hadapan Wiranto, Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI beserta jajarannya.

Max Olua dengan tegas dan lantang membacakan lima poin janji pengurus saat diambil janji dan sumpah pada oleh Wiranto di Hotel Century Park, Senayan Jakarta, Sabtu pagi (11/5/2019).

Selain pelantikan delapan pengprov PBSI, sekaligus dirangkaikan perayaan HUT PBSI ke-68 tahun yang diperingati setiap 5 Mei serta pelepasan tim Piala Sudirman 2019, ke Nanning, Tiongkok.

Janji pengurus provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia: pertama, saya berjanji bahwa saya akan tetap setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, saya berjanji bahwa saya akan melaksanakan tugas dan tanggungjawab jabatan, pengurus provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dengan sebaik-baiknya

Ketiga, saya berjanji bahwa saya akan mengabdi dan berusaha sepenuhnya untuk kemajuan dan kejayaan olahraga bulutangkis.

Keempat, saya berjanji bahwa saya akan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta kesetiaan dan kebersamaan, dengan sesama pengurus provinsi, dan dengan pengurus pusat Persatuan Bukutangkis Seluruh Indonesia.

Kelima, saya berjanji bahwa saya akan menjaga nama dan seluruh kehormatan Persatuan Bukutangkis Seluruh Indonesia, dimanapun saya berada.

Wiranto berharap, PBSI dapat mengembalikan kejayaan bulutangkis. Dia meminta delapan pengprov PBSI yang baru dilantik bekerja secara gotong royong, saling menopang dan kerjasama tim yang solid.

“Harapan kita kepada delapan pengurus provinsi ini bisa turut menyumbang atlet berprestasi demi kejayaan bulutangkis Indonesia,” katanya saat diwawancara jurnalis.

Di tingkat internasional, Wiranto mengakui, Indonesia telah mengalami peningkatan prestasi dari tahun ke tahun di nomor perorangan. Di tahun 2017 ada 38 gelar yang berhasil diraih, kemudian ada peningkatan di tahun 2018 menjadi 51 gelar. Sedangkan pada tahun 2019 sudah 18 gelar juara.

“PBSI tidak boleh puas dengan hasil gelar ini karena masih ada obsesi untuk meraih tiga lambang supremasi bergengsi di nomor beregu yaitu Piala Thomas, Piala Uber dan Piala Sudirman. Piala Thomas terakhir kali direbut pada tahun 2002. Piala Uber juga tentunya jadi incaran setelah sudah 23 tahun lepas dari Indonesia. Piala Sudirman pun sudah 30 tahun belum kembali ke Tanah Air,” katanya merinci.

“Saat ditunjuk sebagai ketua umum, saya katakan kita akan rebut kembali kejayaan bulutangkis Indonesia. Pada akhir abad ke-20, bulutangkis Indonesia sangat disegani. Sekarang kita belum (dapat gelar) di beregu, Piala Thomas, Piala Uber, dan Piala Sudirman, tapi di nomor perorangan sudah bagus,” sebut Wiranto. (*)