Sagu Sebagai Makanan Pokok Papua : Kue Sagu Siap Dipromosikan Jadi Makanan PON XX 2020

0
703
Sagu Kacang dan Teh atau Kopi menjadi sajian yang asyik saat bersantai dan berdiskusi, sambil nikmati Kopi Papua. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Masyarakat (TP PKK) Provinsi Papua bakal mempromosikan kue sagu khas bumi cenderawasih, untuk menjadi makanan pokok saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 mendatang.

Wakil Ketua TP PKK Papua,  Ny. Yolanda Tinal, saat memberikan keterangan pers. (Erwin / HPP)

“Kue sagu ini kan memiliki nilai gizi tinggi, sehingga tak salah bila kami dorong dan harapannya bisa diterima semua pihak saat pelaksanaan PON nanti,” harap Wakil Ketua TP PKK Papua, Ny. Yolanda Tinal, kepada pers di Jayapura, pekan lalu.

Tak sampai disitu, sambungnya, dia memastikan bahan baku pembuatan kue sagu yang disajikan saat PON, seluruhnya akan dibeli dari pembudidaya Papua. Dilain pihak, pembuatannya pun wajib memberdayakan mama-mama asli Papua.

“Karena apa, ini kan hajatan orang asli Papua. Sehingga ini harus menjadi agenda nasional yang melibatkan orang asli Papua”.

“Apalagi ini bukan acara yang bukan satu tahun sekali, bisa saja puluhan tahun bahkan satu abad. Sehingga penyelenggaraannya tetap mesti berdayakan masyarakat di asli setempat,” tegasnya.

Ia berharap,  kedepan melalui instansi terkait di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, agar mendorong pembentukan koperasi anak asli Papua, yang nantinya menjadi wadah untuk menjual makanan maupun kerajinan asli Papua saat PON.

Ilustrasi Pohon sagu yang telah berisi, pasti akan ditebang, ditokok hingga menjadi sagu yang siap di buat dalam pengolahan baik tepung dan juga yang lainnya. (Foto Istimewa )

“Hanya yang pasti kami dari pemerintah wajib mendukung diantaranya dengan mendatangkan ahli-ahli masak sehingga bisa diambil ilmunya. Contoh, dari Jepang pintar bikin kue, jadi disini kita pakai sagu asli Papua lalu dimodifikasi mungkin pakai coklat sehingga dibuat kue. Bisa juga dari buah merah dan ini memang jadi tugas para mama-mama Papua,” harapnya.

Ditambahkan, bila tak ada halangan pihak PKK Papua akan mendatangkan pembina dari luar negeri untuk mengajarkan cara membuat makanan maupun suvenir PON 2020. Dengan harapan para mama-mama Papua bisa menghasilkan satu produk handal untuk dijual kepada masyarakat saat PON berlangsung. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here