Balai Besar POM Jayapura Siap Awasi Bahan Makanan Selama Bulan Puasa

0
83
Kepala Balai Besar POM Jayapura, Drs. Hanetje Gustav Kakerissa, Apt., mengatakan pengawasan rutin jelang hari besar bertujuan melindungi masyarakat dari kemungkinan pangan mengandung bahan berbahaya. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) Provinsi Papua bekerja makasimal dalam pengawasan produk makanan setiap saat, agar ada perlindungan produk yang di konsumsi masyarakat Papua, terlebih lagi saat menjelang hari besar Idul Fitri dan Natal, saat pangan diserap lebih besar di bandingkan hari biasa,

Kepala Balai Besar POM Jayapura, Drs. Hanetje Gustav Kakerissa, Apt., mengatakan pengawasan rutin jelang hari besar bertujuan melindungi masyarakat dari kemungkinan pangan mengandung bahan berbahaya.

Hanetje Gustav Kakerissa menjelaskan, bahwa jadwal pengawasan pangan, pengawasan sample takjil, tahap satu sudah dilaksanakan di wilayah Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke. menyusul pengawasan ke daerah : Biak, Supiori, Jayawijaya, Nabire, Dogiyai,Deiyai, Paniai, Timika.

“Menjelang hari besar keagamaan, baik Idul Fitri maupun Natal, BPPOM memiliki Program intensifikasi pengawasan pangan dalam rangka hari besar keagamaan, tujuannya melindungi masyarakat kemungkinan adanya pangan yang tidak aman,” ujar Hanetje Gustav Kakerissa, di Jayapura, Rabu (8/5/2019) .

“Dilakukan dalam beberapa tahap, pengawasan bahan olahan di supermarket/toko, selanjutnya pangan berbuka puasa atau takjil, kemudian pangan yang di masukan ke dalam pasar, pengawasan pada kadaluwarsanya, ijin edarnya, kemungkinan rusak atau tercemar, di Pusat takjil seperti Ampera, Hamadi, kemudian petugas melakukan sampling, langsung pengujian,” lanjutnya.

Hanetje juga menjelaskan,  tindakan BPPOM bila menemukan bahan membahayakan pada pangan

“Kalau di temukan bahan berbahaya, bahan pengawet, kami langsung melakukan penyuluhan pada penjual, kita lakukan investigasi membawa bahan ke uji Laboratrium, kalau ada kesengajaan memasukan bahan berbahaya,” ucapnya.

“Kami punya spek untuk penindakan, peringatan, kalau ada unsur tindakan sengaja, kita bina, atau kita proses. Kita ada tindakan penekanan agar tidak mengulangi lagi memasukan bahan berbahaya ke dalam makanan.” Jelasnya

Pada kesempatan Yang sama pria yang biasa di pangil Hans ini menyampaikan himbauan penting bagi masyarakat juga bagi penyedia pangan olahan

“Jangan menggunakan kantong plastik apalagi yang berwarna untuk membungkus makanan saat makanan masih panas. Karena zat-zat pada plastik dapat larut bersama makanan.Proses penjualan juga saya harap penjual dapat menutup makanan yang dijual dengan plastik tebal berwarna bening, agar tidak dihinggapi lalat dan terkena debu. Jadilah konsumen cerdas, Yang selalu chek klick, cekbpom.pom.co.id  jangan Tertipu barang murah, dekat dengan kadarluarsa. (Fransisca/lintaspapua.com)