KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom, Korneles Watkaat, S.Sos, mengakui bahwa pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 kali ini memang cukup berat jika dibandingkan dengan gelaran Pemilu-pemilu sebelumnya.

‘’Memang benar dan kita akui bahwa Pemilu kali ini adalah yang paling berat sepanjang penyelenggaraan Pemilu di negera ini. Beratnya penyelenggaraan kali ini terlihat dari para penyelenggara mulai dari KPPS, PPS dan PPK yang nampak sakit hingga yang butuh perawatan di RS maupun tidak,’’ungkapnya kepada HPP, di Gedung Pramuka, kemarin.

Ia menyebut bahwa di Kabupaten Keerom, pihak KPU telah melayani masyarakat pemilih dengan keberadaan sebanyak 224 TPS yang tersebar di 11 Kecamatan atau PPK dan 91 kampung atau PPS.

‘’Sejak kegiatan droping logistic, pelaksanaan pemilihan hingga pleno PPK ditingkat distrik para penyelenggara adhoc mulai dari KPPS, PPS dan PPK telah menggelar beragam kegiatan yang cukup melelahkan, bahkan saat penyelenggaraan pleno tingkat PPK, ada beberapa anggota PPK yang kelelahan hingga mendapatkan perawatan dan pemeriksaan medis,’’lanjutnya.

Ia juga mengemukakan bahwa support dari Bupati Keeron atas kinerja penyelenggara di Keerom. Bahkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk petugas PPK saat melaksanakan pleno beberapa waktu lalu juga atas atensi Bupati Keerom.

‘’Kami sampaikan terimakasih kepada Bupati Keerom, karena beliau proaktif memberikan bantuan support tenaga kesehatan begitu ada kejadian di PPK. Demikian pula saat proses perekapan di tingkat distrik tim dokter Pemkab Keerom juga langsung turun,’’ujarnya.

Demikian pula menyangkut anggaran, Pemkab Keerom juga telah memberikan back up dana hibah bagi KPU Keerom. ‘’Ketika kami kesulitan langsung ditanggapi dengan baik,’’lanjutnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)