SENTANI (LINTAS PAPUA) – Operasi terpusat dengan sandi Operasi Keselamatan Lalu Lintas Matoa 2019 yang dimulai sejak tanggal 29 April 2019 lalu, Satlantas Polres Jayapura menggelar operasi dibeberapa titik. Salah satunya di wilayah Sentani Timur. Ada tujuh (7) jenis pelanggaran yang menjadi prioritas operasi Satlantas Polres Jayapura.


Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Dony Cancero, S.IK menjelaskan, tujuh jenis pelanggaran tersebut diantaranya tidak memakai helm standar, tidak menggunakan sabuk pengaman, melebihi kecepatan, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau minuman keras (Miras), pengendara di bawah umur, menggunakan handphone saat mengemudi atau berkendara, melawan arus atau melakukan kegiatan lain saat berkendara yang dapat menyebabkan pecahnya konsenterasi.

Selain itu, kata Kasat Lantas AKP Dony Cancero, pengendara yang enggan melengkapi surat-surat kendaraannya juga tidak akan luput dalam operasi ini.

“Pelanggaran yang kasat mata yang kami prioritaskan untuk ditindak. Seperti tidak menggunakan helm. Adapun jika yang bersangkutan tidak membawa kelengkapan surat-surat, ya dikenakan pasal berlapis. Itu adalah beberapa sasaran utama kami yang masih sering dilakukan oleh pengendara baik roda dua maupun roda empat,” tuturnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (6/5/2019) siang.

Adapun tiga (3) sasaran lain yang akan diincar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura dalam operasi tersebut.

“Yang pertama itu adalah manusianya, artinya ini pengendara yang bisa saja atau berpotensi menyebabkan kecelakaan. Kemudian benda, benda itu termasuk kendaraan yang tidak dilengkapi dengan kaca spion ataupun kendaraan yang menggunakan knalpot racing dan yang terakhir itu adalah tempat. Jadi, orang, benda dan tempat. Tempat ini adalah kawasan atau wilayah yang kita sudah petakan berpotensi terjadinya kecelakaan” tambahnya.

Kasat Dony juga mengatakan bahwa operasi ini sudah dimulai sejak tanggal 29 April dan di jawdwalkan akan berakhir pada tanggal 12 Mei 2019 mendatang.

“Operasi ini sudah dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran kepolisian yang ada di bawah naungan Polda Papua sejak tanggal 29 April lalu,” katanya.


Selain di Kota Sentani, Kasat Dony juga menyebutkan, operasi ini juga akan di fokuskan di wilayah Distrik Sentani Timur, karena menurutnya wilayah tersebut adalah wilayah yang paling rawan terjadinya kecelakaan.

“Karena di Sentani Timur ini adalah jalan utama lintas kota. Jadi, disana dalam pelaksanaan operasi beberapa hari berjalan ini kita lebih mengutamakan peneguran. Contohnya, kepada truk-truk yang muatannya sangat berlebihan. Para sopir angkutan umum juga yang membawa nyawa orang banyak juga kami berikan imbauan untuk lebih berhati-hati,” sebutnya.

“Sampai dengan hari ini (kemarin) itu ada sekitar 23 teguran dan 3 kendaraan yang sudah kita tilang. Itu pun yang kita tilang adalah anak-anak dibawah umur yang mengendarai sepeda motor sambil kebut-kebutan saat malam hari,” sambungnya.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa tujuan dari Operasi Keselamatan Matoa 2019 ini agar arus mudik dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, arus jalur darat bisa kondusif, aman dan lancar. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)