Tra Kuliah Baik di Luar Negeri : Pemprov Papua Tindak Tegas Pulangkan ke Orang Tua

0
176
Kepala Biro Otonomi Khusus (Otsus) Setda Provinsi Papua, AF Rumaropen menyatakan,  pemberlakuan aturan tegas ini untuk menjamin dan memastikan seluruh mahasiswa penerima beasiswa luar negeri, mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA )  –  Pemerintah Provinsi Papua mulai tahun ini, menerapkan aturan tegas untuk memulangkan mahasiswa penerima beasiswa di luar negeri, yang tak menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Kepala Biro Otonomi Khusus (Otsus) Setda Provinsi Papua, AF Rumaropen menyatakan,  pemberlakuan aturan tegas ini untuk menjamin dan memastikan seluruh mahasiswa penerima beasiswa luar negeri, mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Dilain pihak, memastikan agar para mahasiswa penerima beasiswa itu, dapat segera kembali ke bumi cenderawasih untuk membangun daerahnya.

“Sebab kita membiayai mahasiswa orang asli Papua (OAP) supaya bisa berkuliah, adalah dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, guna menghasilkan generasi muda yang bakal menjadi calon pemimpin masa depan”.

“Artinya mereka ini diharapkan kembali ke Papua untuk bisa membantu membangun bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan serta infrastruktur, melalui ilmu yang dipelajari di luar negeri untuk kemudian diterapkan dalam dunia kerja,” harapnya.

Biro Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua dalam waktu dekan akan mensosialisasikan program siswa unggul di sekolah-sekolah SMA/SMK yang ada di Bumi Cenderawasih, dengan harapan setiap kabupaten/kota bisa mempersiapkan siswanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Program Siswa Unggul Biro Otsus Setda Papua, Anthony Mirin memastikan proses seleksi kepada calon penerima beasiswa luar negeri khusus untuk putra dan putri OAP, akan digelar dalam bulan ini.

Sementara syarat utama yang harus dimiliki seorang siswa untuk mengikuti tes yakni, harus menguasai bahasa inggris, karakter, sikap, kejujuran dan skil akademik diatas rata-rata.

Menurutnya, seleksi tahun ini akan digelar lebih ketat, agar para siswa-siswa asli Papua yang dikirim, benar-benar memiliki kualitas yang baik.

“Sebab mereka akan dikirim ke sejumlah universitas top dunia. Sehingga tidak ada kata main-main dalam proses seleksi,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)