Balai Bahasa Papua dan Papua Berat Gelar Pemilihan Duta Bahasa Papua 2019

0
155

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat, melaksanakan seleksi pemilihan duta Bahasa tahun 2019, di ikuti Oleh 36 peserta terdaftar dari Sosialisasi melalui media sosial dan Sosialisasi dari kampus di Papua, di  kantor Balai Bahasa Perwakilan Papua dan Papua Barat di  Yoka Waena, Kota Jayapura, Selasa (23/4/2019).

Hasil dari kegiatan ini pemenang 1(Putra-Putri) akan mewakili provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat mengikuti pemilihan dita Bahasa Nasional di Jakarta.

Ketua Panitia, Yulius Pangapong, memaparkan tujuan kegiatan pemilihan duta bahasa Provinsi Papua dan Provinsi Papua barat 2019.

“Membangkitkan minat grnerasi Muda untuk mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menambah wawasan generasi muda tentang bahasa Indonesia, mencari tunas muda mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah dan asing.memperkokoh bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia, mempengaruhi pengunaan bahasa Indonesia dilingkungan duta bahasa terpilih.”paparnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, menuturkan pentingnya menjaga bahasa daerah dan Bahasa Indonesia.

“Indonesia dengan 600 lebih bahasa , kita bisa komunikasi dengan bahasa indonesia, ada beberapa daerah belum mampu berbahasa dengan baik. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang di serap dari Bahasa daerah, di serap dari daerah, jadi perlu sekali kita lestarikan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia milik kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Papua, Suharyanto, menekankan 3 bahasa yang harus di kuasai dan dilestarikan.

“Dari sisi kebahasaan ini ada tiga bahasa penting dalam keseharian kita Yang pertama bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing.Bahasa Indonesia, bahasa nasional berfungsi sebagai sarana identitas bangsa indonesia.

Bahasa asing resmi sebagai Bahasa resmi Yang akan di gunakan peran pentingnya, luas negara memungkinkan kendala menyampaikan Bahasa Yang sama, tidak mengalami kendala komunikasi.Bahasa daerah indentitas kelokalan untuk mengenali ke khasan, Bahasa penyimpan khasanah daerah, Bahasa dapat berfungsi penyimpan ilmu pengetahuan, pembelajaran lebih mudah di tangkap bila disampaikan oleh Bahasa daerah atau Bahasa ibu.” pungkasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)