WALI KOTA JAYAPURA DR BENHUT TOMI MANO, MM DI SALAH SATU TPS DI DISTRIK JAYAPURA UTARA. (Humas Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Proses pemungutan suara di Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Abepura, Kota Jayapura mengalami kendala teknis distribusi logistik.

Warga domisili di dua wilayah tersebut dijadwalkan mendapat giliran mencoblos pada Kamis, 18 April 2019 berdasarkan rapat terbatas KPU Kota Jayapura bersama Wakil Wali Kota Jayapura dan Kapolres Jayapura Kota.

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM sesalkan kinerja KPU Kota Jayapura yang dinilai sangat lambat atau menyalahi aturan. Ia menghimbau kepada seluruh warga yang belum memenuhi hak memilih, agar tetap hadir di hari berikutnya untuk melakukan pencoblosan.

“Kejadian seperti ini sudah sangat mempengaruhi minat pilih dari warga, namun saya harap di hari berikutnya tanggal 18 agar tetap datang ke TPS, jangan golput dan tetap gunakan hak suara,” kata Wali Kota pasca meninjau proses pemungutan suara di TPS Muara Tami, Rabu 17 April 2019.

Sebanyak 744 TPS di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan alami kendala keterlambatan distribusi logistik. Hal tersebut membuat ribuan warga di TPS yang tersebar di sejumlah distrik harus menunggu sejak pukul 07.00 WIT.

Wali Kota Jayapura sendiri masih belum menggunakan hak pilihnya di TPS 12 Kelurahan Wahno, Distrik Jayapura Selatan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil 5 komisioner KPU Kota Jayapura perihal keterlambatan logistik pada pemilu 17 April 2019.

Diundurnya proses pemungutan suara membuat Wali Kota Jayapura geram, mengingat kesiapan pengamanan sudah dilakukan jauh hari. Termasuk kesiapan logistik hingga pelepasan oleh Wali Kota Jayapura sendiri di sekretariat KPU Kota Jayapura.

Dari sejumlah informasi lapangan, warga mengaku kecewa dan tidak mendapatkan surat suara C6 dan sudah datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun akhirnya tertunda. (Humas Kota Jayapura)