Renungan Senin 15 April 2019 : PANDANGLAH KE ATAS, JANGAN MENUNDUK

0
341

Bacaan : Ibrani 12:1-4

“Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” (Ibrani 12:3)

Lemah, tawar hati dan tak berdaya seringkali menyusupi hidup kita pada saat kita sedang berada dalam masalah, tekanan atau situasi-situasi sulit. Hal ini bisa terjadi ketika arah pandang kita hanya tertuju pada situasi atau keadaan yang ada.

Akibatnya hati dan pikiran kita terus dihujani tanpa henti dengan hal-hal yang negatif. Kalau pikiran sudah penuh hal-hal negatif, sadar atau tidak, kita sedang berjalan menuju kegagalan dan kehancuran.

Jika kita tidak segera menyadari dan tetap memandang ke bawah bukan ke atas, tidak membuat perubahan arah pandang, manusia rohani kita akan kehilangan kuasanya, karena firman Tuhan tidak dapat bekerja di dalam kita sepenuhnya, terhalang oleh rasa takut, kuatir, cemas dan sebagainya.

Tertulis: “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Matius 13:22). Karena iman kita adalah hasil dari firman (baca Roma 10:17), maka itu berarti iman kita akan menjadi layu. Yang harus kita lakukan untuk menghentikan reaksi kelemahan yang ada adalah mengarahkan mata kepada Tuhan Yesus, “…yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,” (Ibrani 12:2).

Seorang pelari yang berlari di atas lintasan dengan membiarkan kepalanya tetap tertunduk pasti akan dengan mudah dilewati oleh lawan-lawannya, tertinggal, akan menuai kekalahan. Ingin berkemenangan? Tegakkanlah kepala Saudara dan pandang terus Tuhan Yesus. Ingatlah selalu akan Tuhan dan firman-Nya. Biarlah pemikiran-Nya menjadi pemikiran kita.

Inilah yang dilakukan oleh rasul Paulus: “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Korintus 10:5b). Palingkan pandangan dari semua situasi atau keadaan di sekitar, dan arahkan mata kepada Sumber Sorgawi. Tuhan dapat memelihara hidup kita di segala situasi.

“Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.” (Mazmur 16:8)

Dapatkan renungan dan ilustrasi kristen terlengkap serta update setiap hari. (Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kristen.renunganilustrasi )