Ribuan Massa Hadiri Kampanye Terbuka DPW PAN Papua di Yahukimo : Abock Busup Optimis Menang Dalam Pemilu 2019

0
233
Juru kampanye yang orasi selain Ketua DPW PAN Papua,  Abock Busup, juga anggota DPR RI John Mirin, anggota DPD Mesakh Mirin, anggota DPRP Sinut Busup, Ketua DPD PAN Kab.Yahukimo Yosias Mirin dan perwakilan perempuan Yemima Sobolim. (Humas PAN Papua)

DEKAI (LINTAS PAPUA) – Kampanye terakhir Partai Amanat Nasional, Kamis (11/04/2019) di Lapangan Samping Hotel Yahukimo Dekai, dihadiri ribuan masyarakat Yahukimo dari berbagai distrik. Yang diwarnai dengan pawai keliling kota Dekai.

Juru kampanye yang orasi selain Ketua DPW PAN Papua,  Abock Busup, juga anggota DPR RI John Mirin, anggota DPD Mesakh Mirin, anggota DPRP Sinut Busup, Ketua DPD PAN Kab.Yahukimo Yosias Mirin dan perwakilan perempuan Yemima Sobolim.

Ketua DPW PAN Papua,  Abock Busup dalam orasinya mengatakan, PAN hadir untuk semua tidak membedakan pantai dan gunung.

PAN juga menilai,  penting regenerasi politik, oleh karena itu PAN memberi peluang kepada anak-anak muda untuk terjun ke dunia politik dengan mengikuti pemilu legislatif.

“Caleg-caleg dari PAN mayoritas anak-anak muda, kami memberi ruang kepada anak-anak muda untuk menjadi politikus yang handal, yang muda ini masih enerjik, semangatnya tinggi,” katanya.

Untuk mencapai target kursi di legislatif, yaitu DPR RI 2 kursi, DPRP 12 kursi, DPR Kabupaten/kota 120 kursi, lanjut Abock,  infrastruktur partai sudah terbangun di 7 Dapil, yang ditandai dengan pembekalan caleg dan peresmian posko pemenangan.

“Kami sudah keliling melakukan safari politik, dengan  membekali caleg-caleg juga peresmian posko, mulai dari Tolikara, Sentani untuk wilayah Dapil I, kemudian Merauke, Timika, Nabire, Wamena dan terakhir di Dekai,” jelasnya.

Menurut Abock, safari politiknya di buka di Tolikara dengan bakar batu 57 ekor babi dan ditutup di Dekai bakar batu 78 ekor babi.

“Babi sebanyak itu merupakan sumbangan dari kader PAN, Caleg, keluarga caleg juga simpatisan PAN,” katanya.

Sementara itu dalam orasinya para kader PAN mengatakan, bahwa isu yang dihembuskan lawan politik, terkait keputusan KPU RI yang mengatakan 11 partai batal menjadi peserta pemilu, salah satunya PAN, ditegaskan bukan PAN Papua. PAN Papua maupun PAN Papua Barat tidak ada masalah.

Dikatakan juga PAN  bukan partai agama tetapi partai nasionalis yang merangkul berbagai suku dan agama.

PAN juga memberikan ruang kepada perempuan untuk berpolitik, perempuan bukan hanya urus dapur saja tetapi punya hak juga untuk berpolitik.(*)