Pimpinan Gereja di Papua Soroti Pengambilan Tanah 90 Hektar di Jayawijaya

0
67
Presiden GIDI , Pdt. Dr.Beny Giay , mengungkapkan wajar bila masyarakat di Papua melakukan pemboikotan. Sebab bagi Pdt Giay, hanya kelompok non Papua saja yang diperhatikan selama 5 tahun. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Para pimpinan Gereja Ekumene di Tanah Papua (Keuskupan Jayapura, KINGMI, GIDI dan Sinode GKI di Tanah Papua) mengundang wartawan dalam kegiatan konferensi pers, tentang Pengambilalihan tanah seluas 90 Hektar oleh TNI untuk Pembangunan Markas Brigade di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya.Kamis(11/4/2019), Aula Susteran Maranatha.

 

Ketua Sinode KINGMI Papua, Pdt. Dr. Beny Giay , mengungkapkan wajar bila masyarakat di Papua melakukan pemboikotan. Sebab bagi Pdt Giay, hanya kelompok non Papua saja yang diperhatikan selama 5 tahun.

 

“Negara ini menurut saya yang mendengar pidato-pidato dari Presiden Soekarno tahun 60-an yang isinya hanya membangun karakter, negara ini gagal, Tidak ada keberagaman, tolong sampaikan, negara ini gagal khususnya bagi kami orang Papua karna tidak ada perhatian kepada kami,Memang didalam pidato , selalu banyak janji namun aksi dilapangan sangat berbeda,”ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Pdt Giay sendiri merasa tak masuk akal atas pernyataan dari sejumlah kelompok atas pernyataan tentang Operasi Militer,  karena itu melukai pikiran dan psikologi orang Papua.

 

“Tidak masuk akal sudah melakukan hal Operasi Militer,  lalu masih tetap meminta kami untuk memilih pada saat Pemilu,” tegasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)