Meski Air Pasang Danau Sentani, USBN di SMP YPBF Hobong Tetap Berjalan Baik

0
394
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat meninjau pelaksanaan USBN di SMP YPBF Hobong, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (9/4/2019) kemarin. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA)  – Meski sekolahnya terdampak meluapnya air Danau Sentani, namun hal itu tidak menyurutkan semangat siswa SMP YPBF Hobong, di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura untuk tetap mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

 

“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pertengahan Maret hingga awal April 2019 ini membuat air naik ke sekolah. Air juga menggenangi beberapa ruang kelas,” ungkap Kepala SMP YPBF Hobong, Hariyati Sokoy, Selasa (9/4/2019) kemarin siang.

Air pasang (meluapnya) Danau Sentani ini, kata dia, yang terparah dibandingkan dengan sebelumnya sehingga mengganggu aktivitas siswa saat proses belajar mengajar. Sebab, genangan air setinggi pinggang orang dewasa.

 

“Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai dari hari pertama hingga hari kedua ini berjalan dengan baik. Terus yang menjadi kendala guru-guru adalah transportasi. Itulah yang menjadi kendala kami dan juga ruang kelas kami yang ada sementara ini lagi dipakai oleh pengungsi. Sehingga kami melaksanakan ujian ruangan kantor,” ungkapnya.

 

Lanjut Hariyati menyampaikan, anak-anak yang mengikuti USBN dari hari pertama hingga hari kedua ini berjumlah hanya 15 orang dari 18 orang murid di SMP YPBF Hobong.

 

“Hanya 15 orang saja yang mengikuti ujian dari hari pertama hingga hari kedua ini. Sedangkan pelaksanaan USBN ini selama empat hari mulai sejak Senin (8/4) hingga Kamis (11/4) mendatang, sementara untuk materi ujian di hari kedua ini hanya dua mata pelajaran saja yakni, Matematika dan PKN. Serta di hari pertama USBN itu juga ada dua mata pelajaran yaitu, Bahasa Indonesia dan Agama,” tuturnya.

 

“Kami ingin ada bantuan buat masyarakat agar mereka bisa kosongkan ruang kelas di sekolah kami ini. Supaya kami bisa pakai ruang kelas itu untuk proses belajar mengajar (PBM)) kedepan. Dan, kalau bisa juga pemerintah bisa memperhatikan sekolah kami karena sekolah ini sudah beberapa tahun ini belum memiliki MCK (mandi, cuci dan kakus). Kemudian juga kendala kami guru-guru maupun murid itu terbatas dengan transportasi danau yang menuju ke sekolah kami,” tukasnya.

 

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., usai meninjau pelaksanaan USBN di SMP YPBF Hobong dan juga Ujian Sekolah di SD Inpres Siboi-boi, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu menyatakan pihaknya memastikan bahwa murid-murid yang ada di SD Inpres Siboi-boi dan di SMP YPBF Hobong ini tetap mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

 

“Ya, kita memastikan bahwa anak-anak ini tetap mengikuti ujian. Meskipun ada di pengungsian, ada SMP dan juga SD di sekitar Sentani Tengah atau tepatnya di Hobong itu kita lihat bahwa semuanya berlangsung dengan baik. Sehingga di atas tanggal 20 April itu sudah harus ujian nasional, karena itu memang ruang-ruang kelas harus dibersihkan. Nah, tadi (kemarin) kita sudah cek beberapa kepala kampung dan mereka berusaha dalam minggu-minggu ini sudah ada hunian sementara untuk ruang-ruang kelas yang digunakan para pengungsi itu bisa dikosongkan,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here