JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Jayapura, sampai sekarang masih fokus untuk membantu dalam mensuplai air bersih kepada korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Ditemui disela-sela kesibukannya Dirut PDAM Kota Jayapura, Entis Sutisna, SE, MM., mengatakan pada masa transisi saat ini PDAM memang fokus untuk melayani warga yang terdampak banjir di wilayah Sentani yang mengakibatkan sumber air mati setelah banjir bandang terjadi.

“Kami saat ini fokus untuk membantu, melayani masyarakat yang ada di 18 Kampung sekitar Danau Sentani,” kata Entis Sutisna, kepada sejumlah wartawan Selasa, 9 April 2019.

Sebelumnya, sambung Entis, memang masyarakat sekitar Danau memanfaatkan air Danau untuk kebutuhan sehari-hari akan tetapi pasca banjir bandang yang terjadi sehingga mereka mengharapkan sumber air yang layak untuk di konsumsi.

Dijelaskan saat ini praktis pelayanan PDAM hanya bisa menggunakan tiga mobil tangki saja dengan kapasitas 4000 mili liter. Dimana dua tangki dari pemerintah pusat dan satu tangki milik PDAM.

“Ini yang kita lakukan bagi masyarakat pelanggan di wilayah Sentani yang berjumlah 3.723 sambungan rumah,” ujarnya.

Ditambahkan, PDAM telah melakukan kerja sama dengan Babinsa, Koramil yang berada di Sentani kota dalam mengupayakan droping air bersih ke Kampung-Kampung.

“Jadi kami sudah menyediakan 3 mobil tangki, 8 mesin pompa air dan 30 tandon dengan kapasitas penampungan 1100 liter yang akan mensuplai ke masyarakat yang di kampung-kampung pinggiran danau,” paparnya.

Sedangkan untuk perbaikan terhadap sumber air yang existing yang mengalami kerusakan Entis, mengaku memang butuh waktu yang lama guna memperbaiki semua.

“Kendalanya kami masih melihat pada tingkat kekeruhan yang cukup tinggi juga kondisi air tidak layak untuk di konsumsi, dan material yang menutupi sekitar pegunungan sycloop cukup besar dan susah untuk di lakukan penarikan material,” katanya. (Ardiles/lintaspapua.com)