Pertumbuhan Ekonomi Papua Terkontraksi : Dipengaruhi Sektor Pertambangan

0
96
Kepala Bank indonesia perwakilan Papua, Joko Supratiko saat foto bersama usai kegiatan seminasi bersama. (Ardiles / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan IV 2018 terkontraksi sebesar minus 17,80 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang timbul sebesar 6,35 persen (yoy).

Berdasarkan Pers rillis Bank Indonesian perwakilan Jayapura, Senin, (8/3/2019), kontraksi ekonomi Papua pada triwulan IV 2018 disebabkan oleh mulai menurunnya produksi tambang besar di Papua yang telah memasuki fase akhir pertambangan terbuka serta sejalan dengan proses transisi perkembangan terbuka ke tambang bawah tanah.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Papua secara tahunan pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi sebesar 7,33 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017 yang tumbuh sebesar 4,64 persen (yoy).

Kepala Bank Indonesia perwakilan Papua, Joko Supratiko, mengatakan pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan IV 2018 ditopang oleh Lembaga Usaha (LU) di tengah menurunnya LU pertambangan dan penggalian.

“LU kontruksi tumbuh sebesar 8 koma 12 persen (yoy) pada triwulan IV 2018 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 7,63 persen (yoy), sementara LU pertambangan dan penggalian berkontraksi sebesar minus 43,68 persen (yoy) menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 7,56 persen (yoy),” katanya dalam kegiatan desiminasi bersama kejian ekonomi dan keuangan regional periode Februari 2019, Senin (8/4/2019).

Dikatakan untuk keseluruhan tahun 2018 kinerja LU perkembangan yang tinggi sejalan dengan masuknya tahap akhir pertambangan terbuka grasberg yang memiliki kualitas bijih yang baik sehingga memiliki kandungan konsentrat yang tinggi

” sementara pada tahun 2017 LU pertambangan tumbuh rendah akibat berbagai masalah operasional,” ujarnya.

Ditambahkan, dari sisi pengeluaran pada triwulan IV2018 peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar di tengah menurunnya ekspor luar negeri Papua yang terkontraksi cukup dalam.

“Kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,23 persen (yoy) pada triwulan IV 2018 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,66 persen (yoy), peningkatan ini didorong oleh adanya perayaan Hari Besar Keagaman Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

” bentuk keseluruhan tahun 2018 ekspor luar negeri tumbuh tinggi mencapai 39,59 persen (yoy) sebagai dampak dari tingginya produksi tambang tembaga sepanjang tahun 2018,” katanya menambahkan.  (Ardiles/lintaspapua.com)