Bank Indonesia Sampaikan Inflasi Papua Meningkat, inilah Penyebabnya

0
48
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua , Joko Supratikto, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPAURA (LINTAS PAPUA) –  Menurut Kepala Bank Indonesia perwakilan Papua, Joko Supratikto tekanan inflasi Papua secara tahunan pada triwulan IV 2018 lebih tinggi di bandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Tingginya inflasi provinsi Papua pada triwulan IV 2018 mencapai 6,36 persen, ini masih di picu oleh adanya kenaikan pada tarif angkutan udara serta naiknya harga minyak dunia dan tingginya permintaan dari luar Papua.

“Di triwulan IV 2018 Inflasi Papua mencapai 6,36 persen (yoy) meningkat di bandingkan dengan tekanan Inflasi pada triwulan III 2018 sebesar 5,31 persen (yoy),” dalam kegitan desimitasi kajian ekonomi dan keuangan regional periode Februari 2019, Senin, 8 April 2019 kemarin.

Dikatakan jika di lihat dari jenisnya, kenaikan Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan masing- masing sebesar 10,59 persen (yoy) dan 10,11 (yoy).

Secara spesial pada triwulan IV 2018 ini kedua kota masing-masing Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke mengalami Inflasi searah dan meunjukan kenaikan dengan triwulan sebelumnya.

“Inflasi Kota Jayapura sebesar 6,70 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,63 (yo).Dan komuditas yang mengalami peningkatan tertinggi diantaranya bahan makanan, komunitas dan jasa keuangan yang memberikan andil Inflasi sebesar 3,01 persen dan 2,25 persen,” jelasnya.

Sementara itu untuk Kabupaten Merauke, peningkatan Inflasi terjadi pada kelompok transport, konunikasi dan juga jasa keuangan di picu oleh kebijakan pemerintah untuk meningkatkan tarif batas bawah pada anggkutan udara sebesar 5 persen menjadi 35 persen dari batas atas.

“Inflasi Merauke pada triwulan IV 2018 sebesar 5,42 persen (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 4,43 persen (yoy).Dan masih di pengaruhi oleh kelompok bahan makanan, transport dan jasa keuangan yang menjadi pendorong utama Inflasi di Merauke pada triwulan IV 2018,” katanya.  (Ardiles/lintaspapua.com)