SERUI (LINTAS PAPUA)  – Keterwakilan caleg perempuan yang ada di beberapa partai politik menuju pemilu tahun 2019 merupakan satu langkah maju guna memberdayakan perempuan dari sisi pendidikan politik maupun kualitas yang dimiliki.

Adapun keikutsertaan caleg perempuan tidak hanya memenuhi kuota 30 persen (%) melainkan bagaimana mempengaruhi masyarakat pemilih untuk ikut memilih dan mendukung caleg perempuan yang diusung dari beberapa partai politik pada pileg dan Pilpres 17 April 2019

 

Calon Legislatif dari Partai Demokrat, Clara Claudia Katunde, SE., mengatakan, bahwa pada dasarnya politisi perempuan memiliki peluang yang sama untuk memperoleh dukungan dan dipilih.

 

“Hanya saja bagaimana memanfaatkan dan memaksimalkan peluang tersebut ditengah masyarakat jelang Pemilu  April 2019 mendatang,” lanjutnya.

“Undang – Undang telah mengatur tentang kuota 30 persen (%)  dalam arti tiga puluh persen masuk Caleg bukan mengatur untuk perempuan harus masuk dan duduk,  sehingga kembali kepada masyarakat pemilih, untuk itu yang harus ditanamkan adalah mindset di masyarakat mengingat dari beberapa periode yang ada, belum ada keterwakilan perempuan,  sehingga sudah seharusnya ada perempuan didalamnya untuk menjawab aspirasi masyarakat khusus kaum perempuan,” ujar Calon Legislatif dari Partai Demokrat, Clara Claudia Katunde, SE., saat dikonfirmasi beberapa pekan  lalu.

 

Dikatakan,  bahwa para caleg perempuan mampu berkompetisi serta mampu memimpin masyarakat maupun keterwakilan perempuan di parlemen.

“Caleg perempuan di Kepulauan  Yapen pada pemilu 2019 juga memiliki latar belakang pendidikan yang memadai sekaligus ditunjang dengan kemampuan dan kualitas masing-masing caleg, tinggal bagaimana meyakinkan masyarakat pemilih khusus kaum perempuan untuk mendukung dan mendongkrak tapi juga berpartisipasi dalam pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang,” jelas Clara Claudia Katunde, yang maju pada Pemilu Legislartif untuk kursi DPRD Kepulauan Yapen ini.

Clara Claudia Katunde berharap,  agar para caleg lainnya bisa bersama-sama menyuarakan bagian ini, sehingga tidak hanya kaum laki-laki yang mendominasi kursi legislative, namun ada pula keterwakilan perempuan di lembaga legislative lewat pilkada 17 April Mendatang. (Seo / HPP)