Apakah Masa Tanggap Darurat Banjir Diperpanjang atau Tidak ??, Malam ini Diputuskan

0
219
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, saat memberikan keterangan persnya di Media Center Posko Induk Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura, yang berpusat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (29/3/2019) malam. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Masa tanggap darurat bencana alam banjir bandang dan longsor Sentani diperpanjang atau tidak itu akan diputuskan pada Jumat (29/3/2019) malam ini. Hal itu tergantung penilaian dari tim tanggap darurat yang tahu pasti kondisi di lapangan.

Ketua Tim Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura yang juga Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH,  M.Si., menjelaskan masa tanggap darurat mulai berlaku sejak tanggal 16 hingga 30 Maret 2019.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH,  M.Si., saat memberikan keterangan pers. (Irfan / HPP)

“Jadi, untuk keputusan masa tanggap darurat dilanjutkan atau tidak itu akan diputuskan pada malam (Jumat, 29/3/2019) ini,” jelasnya saat ditemui wartawan di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Jayapura, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (29/3/2019) pagi.

Dikatakannya, meski masa tanggap daruat hanya tinggal satu hari saja. Tetapi, pihaknya masih terus bekerja untuk melakukan validitas data terkait data pengungsi, korban meninggal maupun korban luka-luka dan juga korban yang masih dinyatakan hilang.

“Jadi, hasil untuk kegiatan evaluasi kita tadi (Kamis, 28/3) malam lalu atau di hari ke 12 dari tanggap darurat itu kita memaparkan terkait dengan Validitas data dan juga terkait logistik. Nah, setelah masa tanggap darurat kita juga akan menjelaskan kurang lebih punya kesiapan logistik untuk 2 minggu kedepan yang akan di distribusikan kepada seluruh korban,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, bahwa saat ini tim verifikasi infrastruktur sudah turun, untuk mendata rumah warga baik yang mengalami kerusakan berat, sedang maupun kerusakan ringan.

“Ini juga kita terus update dan di upayakan dalam waktu tiga hari kedepan kegiatan verifikasi infrastruktur ini bisa tuntas,” paparnya.

“Untuk tanggap darurat, kita masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Nanti kita lihat besok ya. Jika masih diperlukan lagi kita akan evaluasi lagi dengan tim. Tentunya untuk semua bagian-bagian bisa menjawab bahwa status tanggap darurat ini perlu atau tidak dilanjutkan itu keputusannya malam (Jumat, 29/3) ini,” sambung Kapolres Jayapura dengan nada tegas.

Ketika ditanya soal rencana kunjungan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, Kapolres Jayapura mengatakan, untuk hal itu sudah di koordinir oleh Kodam XVII/Cenderawasih.

“Ya, tentunya kami sendiri dari posko tanggap darurat apabila nanti tidak di lanjutkan masa tanggap darurat ini, maka kita lanjutkan pada tahap masa transisi darurat. Agar apa yang menjadi pertanyaan-pertanyaan dan upaya pemerintah daerah terkait dengan pasca tanggap darurat ini bisa di paparkan dan dijelaskan,” sebutnya.

“Karena hal ini sangat penting bagaimana untuk merehabilitasi atau merekonstruksi apa yang rusak dan apa yang menjadi permasalahan psikis pasca bencana alam banjir bandang dan longsor ini,” tukasnya. (Irfan /  Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here