Lao Mohi : Usai Bimtek Pemilu 2019, Petugas di Distrik Diharapkan Sosialisasi ke Masyarakat

0
148
Ketua KPU Pegubin, Titus Lao Mohi.,  usai penutupan bimtek kepada wartawan di Abepura, Rabu (20/3/2019) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kecurangan, karena semua komponen melakukan tugas sesuai kapasitas dan kapabilitasnya. TampakKetua Lao Mohi saat selfi dengan latar peserta bimtek. (Foto Pribadi)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) sukses melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) selama dua hari, 18-20 Maret 2019, di kota Jayapura.

Ketua KPU Pegubin, Titus Lao Mohi.,  usai penutupan bimtek kepada wartawan di Abepura, Rabu (20/3/2019) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kecurangan, karena semua komponen melakukan tugas sesuai kapasitas dan kapabilitasnya.

“Dilakukan bimtek terhadap 34 distrik dengan jumlah peserta masing-masing distrik 6 orang yang terdiri dari 5 PPD dan satu orang sekretaris,” ujar Titus Lao Mohi.

Kata dia, kegiatan ini menekankan pengisian formulir dengan 89 formulir di satu TPS.

“Nah, itu artinya bahwa tingkat kerumitannya itu cukup rumit, sehingga kehadiran mereka ini untuk diarahkan, dibimbing untuk bagaimana mengetahui cara pengisian formulir tersebut, baik dari tingkat TPS, PPS, PPD sampai dengan tingkat KPU,” katanya.

Menurut dia, peserta sangat antusias karena pemateri sudah berbagi dan melengkapi KPU. Begitu pun sebaliknya dengan tujuan agar pemilihan di kabupaten sukses.

“Kami berharap agar apa yang mereka dapati dalam bimtek ini selama tiga hari menjadi pedoman dalam menentukan lanjutan tahapan tingkat DPD. Itu mungkin inti dari bimtek ini,” ujarnya

Mantan Jurnalis ini pun berharap, kepada peserta agara setelah dari sini mereka langsung ke distrik untuk melakukan sosialiasi ilmu yang mereka dapat selama kegiatan, agar masyarakat mengetahui tahapan pemilu.

“Karena pemilu kali ini secara serentak; pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DRPP dan DPRD digabung jadi satu. Tentu ini agak susah bagi masyarakat yang paling bawah yang tidak bisa membaca dan menulis,” katanya

Pihaknya menyiapkan spanduk ukuran 6×1/2 meter di 34 distrik agar masyarakat dapat melihat calon-calonnya, baik capres dan cawapres, maupun caleg dan calon DPD.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelumnya berjumlah 103.391, tapi setelah itu DPT berkurang menjadi 103.385 karena 6 masyarakat pindah dari Pegubin, serta memilih di 474 TPS.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk penyaluran ligistik. Aparat keamanan pun siap melaksanakan tugasnya mengawal pemilu.

Dia berharap agar masyarakat yang sudah terdaftar di DPT Pegubin segera pulang kampung untuk menentukan hak politiknya.

“Kalau hak politiknya terabaikan itu akan terdapat pada pembangunan di sana. Sehingga satu suara itu perlu. Mari kembali ke distrik atau ke kampung masing-masing untuk menyalurkan hak politiknya,” katanya.

Jumlah caleg di Pegubin sebanyak 236, tapi ada satu yang meninggal sebelum penetapan daftar calon tetap, sedangkan dua lainnya meninggal pascabanjir bandang Sentani, sehingga tersisa 233 caleg. (*)