Renungan Harian, Minggu 24 Maret 2019 : KETIDAKSETIAAN

0
778
Keindahan Danau Sentani. Tampak Pegunungan Cycloop sebagai mama yang memberikan kehidupan kepada masyarakat disekitarnya. (Foto Facebook Neles Monim)

Bahan Bacaan Yeremia 3:14-44; 2 Timotius 2:22

”Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN.”
(Yeremia 3:20)

Seorang yang diuji kesetiaannya adalah ketika dia menghadapi masalah. Bagaimana dia pegang janjinya, bagaimana dia bereaksi dan berkomitmen terhadap apa yang telah dipegangnya.

Dan kesetiaan merupakan momok yang amat menakukan bagi orang Israel. Berkali-kali bangsa ini terjerembab ke dalam dosa ketidaksetiaan. Dan berkali-kali pula Allah mengampuni mereka. Tetapi kita tahu bahwa Allah itu memang panjang sabar, tetapi sekali-kali tidak akan membebaskan orang yang bersalah dari hukuman (Nahum 1:3).

Kita harus tahu bahwa ketidaksetiaan akan mengundang bencana. Sebuah rumah tangga yang harmonis akan hancur berantakan jika salah satu pasangannya berubah setia.

Dan dimana-mana tempat di muka bumi ini kita akan ditemukan sebuah tragedi dari kisah manusia yang telah berubah setia.

Dunia yang kita tempati ini mengalami krisis kesetiaan. Bukan hanya terjadi di rumah tangga, tetapi juga di gereja. Racun ketidaksetiaan ini seperti telah tercampur ke dalam darah kita, sejak zaman manusia pertama jatuh di dalam dosa. Kita sepertinya sulit melepaskan dari dari ketidaksetiaan ini.

Saudara, itu bukanlah akhir dari segalanya. Kristus telah menang dan Dia telah memberikan contoh sebagai manusia yang setia dan taat sampai mati. Allah Bapa menjadikan Dia sebagai pokok keselamatan.

Dan kini benih ilahi itu telah ada di dalam diri kita setelah kita menerima Yesus sebagai Tuhan kita. Benih itu akan bertumbuh dan akan menjadikan kita menjadi manusia yang semakin disempurnakan di dalam Dia. Jadi jangan takut jika Allah menuntut kesetiaan kepada kita, sebab Roh Kudus itu akan memampukan kita untuk menjadi manusia yang setia.

Renungan :

Selama ada kemauan, Tuhan pasti akan tolong kita menjadi manusia yang setia. Mungkin kelihatannya sulit, tetapi percayalah bahwa Allan akan menyempunakan kita.

Kesetiaan terjadi karena ada orang yang telah diubahkan hidupnya. ( (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN. AL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here