JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemateri Paulus Pesurnay dalam memberikan materi kepada seluruh pelatih dari 46 cabang olahraga yang ikut pelatihan Training Of Trainers melalui Binpres KONI Papua tidak beranjak dan mengikuti pelatihan dengan baik di hari kedua yang berlangsung di GOR, Cenderawasih APO, Kamis, (21/03/2019).

“Materi yang kita berikan kepada semua pelatih dari kemarin hingga hari ini nyambung. Supaya mereka ikuti bisa membuat program, lebih bagusnya lagi mereka punya ide yang lain dan itu kita diskusikan sama-sama,” kata Pesurnay kepada wartawan Kamis, (21/03/2019) kemarin.

Masalahnya ada di mana mereka para pelatih harus bisa memecahkannya secara bersama-sama solusinya seperti bagaimana dan pengalaman saya berbicara di kelas itu yang membuat mereka tidak bisa kemana-mana.

Dikatakannya pada hari terakhir hari ini nanti materi yang di berikan adalah menyusun program latihan, dari pengetahuan pengantar ini kita akan masuk ke pelatihan program kebangan olahraga.

Disinggung apa saja yang harus pelatih lakukan kepada atletnya, Paulus Pesurnay mengatakan semua yang di butuhkan oleh atlet yang di berikan oleh seorang pelatih.

“Sistematika menyusunnya itu bagaimana, pilihan latihannya ada macam-macam latihan,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan kalau mau anda ke Roma kan tidak mungkin pake Air Italia, bisa saja pakai Qatar Airlines, bahkan peswat Emiret Arab tujuannya bisa sampai ke Roma.

“Itu yang saya sampaikan dan hal itu yang mungkin sangat menarik buat mereka. Selama ini kan mereka tau kalau mau ke Roma harus pakai penerbangan Air Italia, padahal bisa pakai Qatar Air, Emirate Arab, bisa juga Singapore Airlines Garuda kenapa ngga,” cetusnya.

Materi yang di berikan adalah yang di butuhkan pelatih untuk meningkatkan prestasi atletnya, tetapi mana yang harua di dahulukan, mana yang menjadi titik kelemahan atlet Indonesia pada umumnya. Karena saya dari pusat, jadi dari tes-tes itu saya tau kekurangan atlet Indonesia di mana?.

Contohnya saja kekurangan atlet Indonesia itu di daya tahan dan kekuatan, alasannya kenapa, ngga tau bahwa pelatihnya tidak memahami bahwa daya tahan itu begitu penting, latihan kekuatan tidak efektif di berikan karena. KONI Papua tidak punya alat, tempat latihan beban, mau latihan di mana kalau tidak ada peralatan itu kita tidak bisa. Mestinya harus ada fitnes center. “Jadi sarana dan prasarana itu juga harus di siapkan,” bilangnya. (Lintas Papua Sport/MG)