Ramses Wally : Mari Kembali Bersahabat dan Sayangi Hutan Cycloop dan Danau Sentani

0
583
Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Provinsi Papua, Ramses Wally. saat diwawancara. (Fransisca/lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bencana Banjir bandang menimbulkan trauma dan duka, mendalam bagi Kabupaten dan kota Jayapura, kemudian menimbulkan berbagai reaksi, tangapan dan bahkan berteori, Namun berbeda dengan reaksi Ketua Partai  Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally.

Ramses Wally langsung terjun bersama tim medis beserta ambulance untuk membantu korban di Sentani. Pihaknya tidak menyudutkan siapapun, namun berharap keadaan pulih dan kembali menyayangi Gunung Cycloop ( Robong Holo), Danau Sentani.

Caption Foto : Ramses Wally langsung terjun bersama tim medis beserta ambulance untuk membantu korban di Sentani. Pihaknya tidak menyudutkan siapapun, namun berharap keadaan pulih dan kembali menyayangi Gunung Cycloop ( Robong Holo), Danau Sentani. (Fransisca / lintaspapua.com )

Lebih lanjut,  Calon Legislatif dari PKPI  untuk DPR Papua nomor urut satu ini mengatakan, bahwa Sentani dan Robong Holo bagai dua sisi mata paling berharga patut di syukuri.

 

“Musibah di Sentani, musibah tidak pernah terjadi mulai leluhur kami menempati Sentani, Tuhan memberikan kehidupan adalah ciptaan Tuhan untuk menjaga Robong Holo, Danau Sentani adalah air hidup bisa di nikmati, dahulu hujan adalah berkat yang kita syukuri.kita harus bersyukur, Tuhan menempatkan hidup kita di tanah luar biasa, tidak ada di daerah lain, tidak ada yang sama seperti kita miliki,satu tempat sangat indah memberi kehidupan banyak orang,” katanya.

Dirinya berharap, demi kebaikan bersama, maka  Ondo Folo melaksanakan tugasnya untuk tidak menjual hak ulayat kepada pihak lain.

 

“Kita mengajar anak kita untuk menjaga Danau Sentani , karena perkembangan jaman, pemilik hak ulayat bisa menjual kepada pihak lain,” nilainya.

Dikatakan, bahwa tugas Ondo Folo harus menjelaskan tanah tidak bisa dijual, karena akan menimbulkan bencana.

“Kita stop jual tanah.Tanah ini harus di miliki anak cucu pemilik ulayat.Pemilik hak ulayat harus ingatkan jelaskan, penyalahgunaan hak ulayat bisa mendatangkan malapetaka,”  katanya.

 

Kemudian Ramses mengharapkan,  adanya Peraturan Daerah yang tegas untuk melimdungi Cycloop dan sentani, agar tidak terulang musibah lagi.

 

“Mari kita pemilik hal ulayat, kita renungkan, sebenarnya kita sudah di lindungi secara alami Oleh Cycloop dan Sentani. kejadian ini terjadi karena ulah kita sendiri. Di harapkan ada peraturan daerah tegas untuk melindungi Cycloop dan Sentani. Diremajakan kembali hutan  memfungsikan sungai kembali, kembali bersahabat dengan Cycloop, sayangi Cycloop, sebagai hak ulayat masyarakat,” pungkasnya. (Fransisca/ lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here