*93 Orang Belum Ditemukan Hingga Saat Ini

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam lalu, terus bertambah menjadi 101 orang. Sementara 93 orang lainnya masih dalam pencarian atau belum ditemukan hingga saat ini.

 

 

“Sampai hari ini (kemarin) ada 93 orang yang belum ditemukan dan 101 orang yang meninggal dunia sudah ditemukan oleh tim SAR gabungkan saat melakukan evakuasi,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H., saat melakukan press conference di Media Center Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Sentani, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Rabu (20/3/2109) kemarin.

 

 

Selain itu, Gubernur Lukas mengungkapkan bahwa status bencana yang terjadi di daerah tersebut statusnya sudah dinaikkan menjadi status bencana provinsi.

 

 

Sebab itu, dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat ataupun kelompok untuk tidak lagi membuat posko-posko bencana yang baru di daerah-daerah tertentu.

 

 

“Semua di pusatkan di enam posko yang sudah ada saat ini. Jangan ada lagi yang bikin posko sendiri. Semua harus bergabung di posko yang sudah dibuat ini, sehingga penanganannya bisa lebih mudah,” ujarnya.

 

 

“Baik posko yang ada di SIL maupun HIS karena para missionaris hanya beri waktu seminggu saja. Maka itu, kita meminta kepada tim yang ada di posko untuk siapkan pemindahan ke GOR Toware dan Stadion Barnabas Youwe. Dua tempat itu harus siapkan dapur dulu, baru kita pindahkan ke dua tempat itu,” tambah Gubernur Papua.

 

 

Lukas Enembe menuturkan, ada beberapa hal yang akan dikerjakan pihaknya kedepan yakni, yang pertama adalah melakukan perbaikan atau normalisasi seluruh sungai yang ada di Kabupaten Jayapura.

 

 

“Kemudian sama jalan yang saat ini masih belum bisa dilewati akan dibereskan. Kita sudah minta tadi alat beratnya untuk diturunkan dan sudah berjalan. Jadi, dalam seminggu ini harus diselesaikan. Ya, jalan dan aliran sungai juga harus dialihkan kembali ke tempat semula,” tukas Lukas Enembe. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

[