Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Makanan  Bagi Pengungsi Banjir

0
156
Posko Induk Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua diminta memperketat pengawasan  pemberian makanan siap saji  dan bahan makanan yang belum matang dari berbagai kelompok masyarakat, institusi dan perusahaan kepada masyarakat pengungsi korban bencana banjir bandang di dua wilayah  yang terkena bencana alam banjir dan longsor  akibat curah hujan yang deras sejak Sabtu (16/3/2019) malam.

Pantauan wartawan di lokasi bencana alam banjir bandang Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, sejak Minggu (17/3/2019), ratusan warga masyarakat dan berbagai institusi pemerintah dan swasta berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat pengunsian masyarakat korban banjir dan longsor untuk memberikan bantuan bahan makanan dan minuman siap saji serta bahan makanan siap olah namun belum ada petugas kesehatan gizi yang ikut memantau  dan mengawasi pendistribusian makanan tersebut.

Salah seorang warga masyarakat, Iwan Hendry mengatakan, sebaiknya pemerintah segera menerjunkan petugas pengawasan obat dan makanan serta para ahli gizi untuk menempati Posko Bencana alam yang tersebar di berbagai titik pengungsian guna melakukan pengawasan ketat atas makanan dan minuman yang disalurkan melalui Posko Bencana Alam.

“Pemerintah harus segera menerjunkan petugas pengawasan obat dan makanan serta para ahli gizi untuk melakukan pemeriksaan ketat atas sumbangan makanan dan minuman siap saji agar masyarakat yang mengonsumsi mekanan sumbangan tersebut tidak mengaami gangguan kesehatan,” katanya.

Dia mengakui, pihaknya sudah melihat beberapa lembaga atau perusahaan yang mengirimkan bahan makanan dan minuman yang diduga kadaluarsa dan sangat berbahay untuk dikonsimsi. Hal ini harus segera diawasi agar tidak bermunculan kasus-kasus baru yang merugikan masyarakat pengungsi serta mencoreng nama baik pemerintah setempat.

Menurut dia, ada indikasi kuat, beberapa perusahaan mengirimkan  bahan makanan dan minuman seperti susu yang jenis susu itu telah menjadi polemik dalam masyarakat  lantaran dapat berdampak diare bagi anak-anak dan bayi yang mengonsumsinya, kecuali susu tersebut diberikan atas saran petugas kesehatan yang bertugas di Posko bencana alam tersebut.

“Sebagai contoh, susu formula kental di kaleng  itu sebaiknya sebelum dikonsumsi oleh bayi dikonsultasikan dulu kepada petugas kesehatan, kecuali  dalam bentuk bubuk. Susu  cair tersebut mengandung banyak gula yang banyak digunakan untuk pembuatan  puding, kue dan sebagainya, bukan untuk diberikan kepada bayi,” katanya.

Selain itu, pendistribusian bahan makanan siap olah seperti  berbagai jenis makanan  dan minuman  instant tersebut dapat saja kondisinya sudah kadaluarsa. Ketika para penyumbang terburu-buru membeli bahan makanan tersebut di pasar dan toko yang menjual bahan makanan, para penjual karena menerima banyak pesanan, dengan sengaja atau tanpa sengaja mengeluarkan bahan makanan yang kadaluarsa yang tidak boleh dikonsumsi lagi.

“Terdapat beberapa institusi pemerintah dan swasta di Kota Jayapura yang terburu-buru memesan bahan makanan untuk disumbangkan kepada para pengungsi di Kabupaten Jayapura ternyata, bahan makanan tersebut  sudah kadaluarsa atau tidak disarankan oleh Kementerian Kesehatan untuk dikonsumsi lagi,” katanya .

Untuk itu, pengawasan kekat berbagai jenis makanan siap saji dan siap olah oleh Pemerintah di lokasi pengungsian merupakan tindakan yang harus segera dilakukan sebelum terjadi kasus baru yang merugikan banyak pihak. (***)