The Asia Foundation Dorong Keterlibatan Perempuan Papua dan Papua Barat : Kelola SDA Papua

0
269
The Asia Foundation dorong keterlibatan Perempuan Papua dan Papua Barat, kelola sumber daya alam Papua. Tampak suasana pembukaan kegiatan. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) The Asia Foundation melalui 3 program tata kelola hutan dan lahan yaitu Setapak, finding the balance dan Papeda sejak 2017 melalui gerakan advokasi, kebijakan dan pertanian, melibatkan kelompok perempuan di Papua dan Papua Barat.Diwakili oleh 38 perempuan akar rumput dari Papua dan Papua Barat.

Kegiatan ini mempersatukan pemikiran bersama pemerintah daerah Papua, local champion dan perwakilan Organisasi sipil saling berbagi pengalaman dalam mewujudkan tata kelola hutan dan lahan yang adil, di Hotel Yasmin, Kamis (14/3/2019).


Staf

Caption Foto : Suasana kegiatan dan tampak Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak, saat membawakan sambutan. (Fransisca / lintaspapua.com)

Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak menuturkan pentingnya duduk bersama membicarakan kebaikan menjaga hutan Papua, karena dari sanalah asal kehidupan Papua.

“Kesenjangan merupakan permasalahan yang sedang terjadi di antara kita.
Saya minta pada kesempatan ini duduk bersama duduk bersama membicarakan hutan, memelihara hutan, karena kita hidup dengan hutan noken Papua, memberikan catatan untuk pemerintah Papua. Agar orang disana bisa melihat saat ini perempuan Papua juga bisa, punya kemampuan,” tuturnya.

The Asia Foundation dorong keterlibatan Perempuan Papua dan Papua Barat, kelola sumber daya alam Papua, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua,com)

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua, Anike Rawar, mengungkapkan melalui kegiatan ini para perempuan bersama sama saling membagikan pengalaman dalam kemajuannya mampu hidup setara dan berkeadilan dalam pelestarian hutan.

“Dalam rangka internasional woman day, tema tahun ini adalah setara, artinya perempuan setara di segala bidang, terimakasih untuk Asian Foundation yang Sudah memfasilitasi kegiatan ini, lebih fokus pada perempuan Papua dan Papua Barat, dimana perempuan inspirator hadir untuk berbagi pengalaman kemajuan perempuan di tanah Papua,” ungkapnya.

Sementara itu, Gender Focal Point the Asia Foundation, Margaretha Tri Wahyuningsih mengatakan, bahwa  pertemuan ini mengajak perempuan seluruh Papua mampu mengelola sumber daya alamnya.

“Pertemuan ini menjadi forum refleksi, berbagi pengalaman antar pemimpin perempuan di tingkat lokal, mendorong keadilan dan kesetaraan, dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam di Provinsi Papua dan Papua Barat,” pungkasnya.

Program Setapak bertujuan agar pemerataan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan dan pelestarian hutan. Selain itu,  mengurangi emisi gas rumah kaca untuk pengelolaan, perlindungan dan distribusi manfaat sumber daya alam, mencapai pertumbuhan ekonomi adil setara bagi Perempuan Papua. (Fransisca / lintaspapua.com )