Port Numbay Crisis Center Mantapkan Kepengurusan :  Dukung Kebijakan Pemerintah Kota Jayapura

0
191
Ketua Port Numbay Crisis Centre (PACE), Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., saat memberikan keterangan. (Eveerth / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Keberadaaan  Port Numbay Crisis Center (PACE) kembali memantapkan kepengurusan yang pernah ada dan perubahan pada beberapa bidang, dengan menghimpun inetelektual muda anak – anak asli Port Numbay, untuk peduli bersama memajukan dan membangun Kota, terutama dalam mendukung kebijakan Wali Kota Jayapura.

 

Hal ini disampaikan Ketua Port Numbay Crisis Centre (PACE), Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., sekaligus menjelaskan, bahwa wadah ini telah berjalan lima tahun lalu hingga kini dengan berbagai program yang ada, namun perlu juga pembenahan memantapkan kepengurusan yang baru.

“Jadi wadah ini yang menghimpun anak – anak muda intelektual Port Numbay, yang tersebar di 14 Kampung dan 25 kelurahan serta lima distrik di Kota Jayapura,” ujar  Yacobus Edward Hababuk, kepada lintaspapua.com di Abepura, usai pertemuan perdana dalam evaluasi dan memantapkan komposisi  kepengurusan, Kamis (14/3/2019).

 

Dirinya menjelaskan, bahwa Port Numbay Crisis Center lahir dari adanya desakan masyarakat dengan melihat berbagai persoalan pembangunan, ekonomi, sosial dan poitik yang terjadi di atas tanah Port Numbay dan perlunya sebuah tindakan bersama menyelematkan situasi sosial dan lainnya.

“Kami berterimakasih  karena sejak awalnya wadah ini dalam perkembangan mendapatkan restu dari Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., dalam hal ini memberikan dukungan untuk dibentuknya PACE dan telah berjalan selama lima tahun,” jelasnya.

 

Yacobus Edward Hababuk mengakui,  bahwa selama ini telah berjalan baik, namun karena perlu ada perubahan dalam struktur kepengurusan dan lain sebagainya untuk memantapkan organisasi, sehinga perlu berkumpul kembali membicarakan bersama Port Numbay dalam pembangunan kedepan.

 

“Dua unggulan program Port Numbay Crisis Center yang telah berjalan adalah Bank Sampah dan Program Koperasi Kampung, termasuk mendorong kearifan lokal,” katanya.

 

Untuk Saat ini, kata Yacobus Edward Hababuk, dengan adanya empat tahun telah berjalan, tentunya ada kepengurusan yang telah meninggal dan beberapa seksi, sehingga  kumpul dan benahi kembali.

 

“Hingga saat ini kami masih memantapkan komposisi kepengurusan dan akan dilaporkan kepada Bapak Wali Kota Jayapura, untuk selanjutnya dilantik, guna menjalankan program lima tahun kedepan dan sekaligus bersinergi mendukung Pemerintah Kota Jayapura,” ucapnya.

 

Dari pantauan lintaspapua.com yang ikut bersama dalam rapat Kamis (14/3/2019) terlihat suasana kekeluargaan sesama anak – anak Port Numbay dalam satu rumah, tampak hadir berbagai perwakilan 14 kampung dan  semua berargumentasi secara positif untuk kemajuan PACE dan berkomitmen untuk mendukung kebijakan Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., dalam hal ini membantu program – program pemerintah kepada masyarakat dan ikut mengkaji  berbagai dinamika sosial dan mencari solusi secara baik.

Selanjutnya PACE akan mengadakan rapat lanjutan untuk pemantapan terakhir komposisi kepengurusan dan menyerahkan kepada Wali Kota untuk melantik dan siap bekerja. Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)