Stunting Jadi Pokok Pembahasan Dalam Rakon PKK Kota Jayapura

20
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat didampingi Ketua TP PKK Kota Jayapura, dan dan Ketua PKK, diwakili Wakil Ketua IV Provinsi Papua saat membuka Rakon. (Ardiles / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kasus stunting (tumbuh kerdil) menjadi pembahasan pokok dalam Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak (TP) PKK kota Jayapura tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Ketua TP PKK Kota Jayapura, Kristhina R. I. L Mano., S. IP., M. AP.,kepada sejumlah wartawan usai pembukaan Rakon TP PKK Kota Jayapura tahun 2019, di Aula Sian Soor, Kamis 13 Maret 2019.

 

 

Pambahasan stunting ini berdasarkan rapat TP PKK tingkat nasional yang baru-baru ini dilaksanakan dan dari hasil rapat tersebut membahas Kota Jayapura bebas stunting, kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga, serta TP PKK sendiri menjadi agen perubahan.

“Oleh sebab itu dalam rakon kali ini selain membuat program kerja didalam 10 program PKK tetapi juga yang paling pokok kami angkat ialah Kota Jayapura itu bebas stunting,” kata Ny. Kristhin Mano.

Dikatakan TP PKK yang ada disetiap Kelurahan dan Kampung yang menjadi basis daripada keluarga maka ia berharap TP PKK ini mengerti baik tentang stunting itu dan mereka juga dapat melaksanakan dalam kehidupan mereka sehari hari.

“Kalau Kota Jayapura ingin bebas stunting bearti ibu-ibu TP PKK, juga kader PKK harus menyiapkan diri namun juga harus bisa mensosialisasikannya kepada warga masyarakat yang ada disekitar mereka,” ujarnya.

Jelang persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020, yang nantinya Kota Jayapura merupakan tuan rumah juga, pasti kelompok perempuan baik TP PKK dan organisasi perempuan di gereja maupun masjid sudah melakukan persiapan-persiapan kesana.

“Untuk itu saya mengajak kepada ibu ibu silahkan membentuk kelompok dan apa yang harus dibuat guna menjawab kebutuhan masyarkat ketika PON dilaksankan nanti,” katanya.

Dikatakan kelompok perempuan ini dibawah binaan TP PKK bekerjasama dengan Disperindagkop malalui Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura sedang mempersiapkan kelompok tersebut untuk membuat souvenir manyambut pesta olahraga nasional empat tahunan tahun depan.

“Namun kami belum siapkan souvenir yang cocok dengan PON nanti, karena logo untuk PON sediri masi dalam perubahan, akan tetapi sekarang warga dan juga kelompok masyarakat lain sudah menyiapkan Noken, dan lain sebagianya dari bahan lokal,” ungkapnya.

Ditambahkan, TP PKK juga mendukung program Pemerintah Kota Jayapura, dengan tidak menggunakan kantong plastik ketika berbelanja, melainkan dapat mendaur ulang sampah dijadikan kantong untuk menggunakannya.

“Kita berharap ibu-ibu PKK harus kreatif untuk membuatnya sehingga ketika pergi berbelanja di toko ataupun supermarket kita sudah menggunakan kantong tersebut,
Karena kantong itu juga merupakan suatu alternatif bagi kaum ibu saat berbelanja,”tandasnya.  (Ardiles/lintaspapua.com)