Inilah Pemeriksaan Tahap II Dugaan  Lima Kasus Korupsi di Kejari Negeri Serui

0
210
Kasipidsus Kejaksaan Negeri Serui, Joshua Wanma, SH. (Seo/HPP)

SERUI (LINTAS PAPUA)  –  Kejaksaan Negeri Serui kembali melakuan pemeriksaan tahap kedua untuk beberapa kasus korupsi, baik di Kabupaten Kepulauan Yapen maupun Kabupaten Waropen.

Hal ini disampaikan Kasipidsus Kejekasaan Negeri Serui Joshua Wanma, SH., sekaligus menjelaskan, bahwa pemeriksaan tahap II untuk beberapa kasus yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen masing – masing kasus pengadaan bagan ikan puri tahun 2016 pada Dinas Kelautan Dan Perikanan  Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Ada juga  kasus pembangunan jalan Pelabuhan Wonti tahap satu tahun 2015 pada dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Waropen, kasus pembayaran tunjangan operasional mantan Bupati Waropen triwulan satu TA 2015,” ujar Josua Wanma, kepada media di Serui, Senin (11/3/2019) pekan lalu.

 

Ditambahkan, bahwa selain itu, ada juga kasus pembangunan jalan pelabuhan Tefaro TA 2013 oleh dinas PU Kabupaten Waropen serta kasus penggunaan ADD Kampung  Waren satu TA 2016-2017.

 

Lebih lanjut, Alumni Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado ini menambahkan, bahwa pada prinsipnya  pihak kejaksaan telah menyatakan lima perkara dimaksud sudah lengkap dan P21 yang  ditindaklanjuti dengan pengiriman  tersangka bersama barang bukti (BB).

“Sehingga untuk masing-masing perkara khusus perkara pembangunan jalan Pelabuhan Tefaro pada dinas PU Kabupaten Waropen, maka pemeriksaan sudah dilakukan kepada tersangka beserta barang bukti masing-masing inisial YS, FK, DK, AW dan EA,  hanya dalam perkara ini dua tersangka  belum dilakukan pemeriksaan, karena yang bersangkutan sampai saat ini belum berada di kantor,” ungkap Joshua Wanma .

 

Dijelaskan, bahwa  untuk kasus Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Yapen dengan tersangka inisial LN, SM, NW, RR sementara diperiksa oleh jaksa penuntut umum lainnya.

“sementara untuk tersangka inisial JN yang berdasarkan panggilan kejaksaan yang dikirimkan melalui keluarga tersangka, maka saat ini tersangka tengah berada di Polres Mapi,”

 

“Sehingga masih menunggu petunjuk resmi terkait dengan proses pelaksanaan tahap II dari JN,” tuturnya.

Joshua Wanma  mengatakan, bahwa menyangkut Kasus pelabuhan Tefaro atas nama tersangka HH,  Saat ini belum bisa hadir karena yang bersangkutan  belum ada di Waropen.

 

“Sementara untuk perkara ADD tersisa bendahara atas nama JR. terkait tunjangan operasional kami sudah laksanakan tahap II baik kepada tersangka berinisial NS,  namun untuk LS dan DH akan disesuaikan dengan waktu kehadiran yang bersangkutan di Kejaksaan Negeri Serui,”  Ucapnya

Joshua Wanma Juga sampaikan, tindak lanjut dari pemeriksaan tahap II tentunya setelah penerimaan tersangka bersama barang bukti,  akan ada persiapan untuk pelimpahan berkas perkara ke pengadilan tindak pidana korupsi pada pengadilan negeri kelas jayapura.

“Sehingga mekanisme pelimpahan tentunya pada saat pihak kasipidsus sudah melengkapi seluruh dokumen menyangkut pemberkasan,  karena dalam waktu dekat kami akan limpahkan kasus dimaksud,” ucapnya.

 

Mengingat dengan banyaknya perkara ini maka akan dijadwalkan akhir bulan maret perkara ini sudah dilimpahkan.

Sementara untuk status dari para tahanan, kata  Wanma, bukan merupakan kewenangan kami pihak kasipidsus namun berdasarkan ekspos dari seluruh jaksa penuntut umum pada P16A yang diterbitkan hari ini, mengingat ada yang belum dilakukan tahap II sehingga mekanisme akan dilakukan berdasarkan ketika mereka hadir berdasarkan panggilan.

Diakhir keterangan Joshua menambahkan,  untuk proses pengembalian kerugian Negara yang sudah dilakukan oleh LN pada kasus pengadaan bagan Ikan puri pada Dinas Kelautan dan Perikanan Yapen.

“Maka sesuai pasal 4 UU 31 tahun 2001 menjelaskan bahwa pengembalian kerugian Negara tidak menghapus tindak pidana,  sekalipun ada pengembalian,  karena hanya dipertimbangkan sebagai hal yang memberatkan maupun meringankan ketika didalam surat tuntutan jaksa penuntut umum. “ tandasnya. (seo)