Sejak 2017 RSUD Abepura Predikat Bintang Lima : Siap Dukung PON XX 2020

0
124
Direktur RSUD Abepura, Dr. Nikodemus Barends, M.Kes., (tengah) saat memberikan keterangan pers bersama rekan dokter lainnya. (Ardiles / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) raih akreditasi predikat paripurna atau gelar bintang lima sejak Desember 2017 lalu. Penilaian diberikan berdasarkan standar Penilaian Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS).

“Desember 2017 sudah diuji dan bulan ke-dua tahun 2018 hasilnya RSUD Abepura sudah lulus akreditas dan mendapat gelar bintang lima, ini sudah berjalan hampir 2 tahun. Kami lulus dengan nilai diatasa 80 persen dari semua standar penilaian KARS,” kata Direktur RSUD Abepura, Dr. Nikodemus Barends, M.Kes saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Senin,(11/3/19).

Dirinya mengakui untuk mencapai peripurna ada beberapa klasifikasi dimana setiap saat ada penilaian hingga tahun 2019 ini.

“Di tiap Rumah Sakit (RS) itu setiap hari itu pasti ada masalah, baik dari pimpinan, dokter, perawat, alat penunjang dan sebagainya pasti ada masalah, akan tetapi untuk kita masih dalam jumlah yang cukup kecil karena proses perbaikan yang kita keluarkan dan diikuti merupakan standar nasional,” ungkapnya.

Menurutnya yang terpenting adalah bahwa pihaknya bisa terhindar dari masalah hukum. Karena jika tidak melakukan segala sesuatu tanpa standar dan ada komplain dari pasien maka pasti akan berhadapan dengan masalah hukum.

Terkait dengan persiapan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020, sambung Niko, dua tahun terakhir Gubernur Papua Lukas Enembe, sudah arahkan semua kegiatan yang dilaksanakan untuk menuju PON, maka RSUD Abepura akan berbenah terkait pelayanan masyarakat.

“Dan kita sudah mulai rencanakan dari tahun kemarin melaui Dana Alokasi Khusus (DAK) itu kita arahkan semua ke peralatan termasuk mobil ambulance, sekarang sudah ada 2 mobil, target kita minimal 6 mobil baru sampai tahun depan guna pelayanan pada PON,” ujarnya.

Ditambahkan untuk saling mendukung dan mensukseskan event terbesar 4 tahunan ini pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi bagi perawat maupun dokter yang mempunyai spesifikasi khusus, juga telah dibentuk tim.

“Walaupun dinas kesehatan sudah melakukan pelatihan kita juga sudah melakukan pelatihan untuk perawat dan dokter yang punya spesifikasi khusus untuk penanganan gawat darurat, untuk saling mendukung pergelaran PON,” katanya.

Senada dengan itu, Dr. Jumilarita, yang juga menjabat sebagai ketua tim Akreditasi mengatakan, Rumah sakit yang tidak terakreditasi itu artinya pelayanannya tidak sesuai dengan standar, mutu dan pelayanan pasien juga tidak bisa bagus dan tidak mengahsilkan yang terbaik.

Dikatakan RSUD Abepura yang telah lulus dengan predikat paripurna, nilainya 80 persen dari semua standar penilaian Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

“Artinya kita masi punya pekerjaan rumah 20 persen jadi ini sementara kita lagi melakukan pembenahan termasuk dokumen dan pelayanan meskipun kita sudah lulus akreditasi, namun tiap tahun kita dilakukam survei verifikasi oleh KARS,” katanya.

Ditambahkan dengan predikat paripurna itulah yang mendorong pihak RSUD Abepeura untuk merangkak naik ke rumah sakit dengan tipe B karena secara regulasi memang itu yang dibutuhkan untuk naik ke tipe B.

Dalam tahun ini sambung Jumi, akan ada survei verifikasi lagi untuk memastikan kembali RSUD Abepura ini sudah menjalankan sesuai dengan komitmen serta standar pelayanan atau tidak.

“Kita tidak boleh bekerja tanpa standar karena ini menyangkut keselamatan Pasien,” kata Jumi mengingatkan.

“Sebenarnya kalau RSUD yang sudah terakreditasi bearti pelayanannya diakui dan standar itu harus juga berefek ke BPJS dan Sebagainya,” tambahnya.

Dikatakan untuk Pekerjaan Rumah (PR) 20 persen ini, sudah dilakuakan verikasi tahun 2018 kemarin dan PR tersebut sudah terselesaikan sekitar 75 persen.

“Karena tahun ini akan diuji lagi dengan survei verifikasi semoga bisa mencapai 100 persen,” tandasnya.

Sekedar diketahui bersama RSUD Abepura merupakan RSUD Provinsi Papua yang meraih prediktat paripurna bintang 5 pertama kali di Provinsi Papua.  ( Ardiles / lintaspapua.com)