Beredar Surat Dukungan Palsu, Sinode GKI Papua Pertegas Tak Pernah Rekomendasikan Surat ke Caleg

0
480
Kepala Bidang Umum Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.  Petrus E. Imoliana, saat memberikan keterangan terkait surat dukugan palsu yang betredar di masyarakat. (Richard Mayor / lintaspapua.com)

JAYAPPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sinode GKI Papua atau Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua menyesalkan atas sikap dari oknum-oknum, orang yang memalsukan surat rekomendasi atas nama Sinode GKI di tanah Papua. Untuk kepentingan calon Legislatif mereka yang mengikuti kontestasi politik PEMILU 2019.

“Kami sampaikan bahwa GKI di Tanah Papua melalui BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, baik secara personal maupun kelembagaan, tidak pernah mengeluarkan surat atau Instruksi tertulis kepada Klasis atau Jemaat manapun di seluruh Wilayah Tanah Papua secara khusus Klasis dan Jemaat-jemaat GKI untuk mendukung kandidat tertentu sebagai Calon Anggota Legislatif, entah di DPRD, DPR Provinsi, DPR-RI, maupun DPD-RI”, kata Kepala Bidang Umum Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.  Petrus E. Imoliana, kepada wartawan, di Kantor Sinode GKI Tanah Papua, Jayapura, Senin, 11  Maret 2019.

 

Disingung soal beredarnya surat rekomendasi terhadap Calon Legislatif DPR RI (partai golkar), . O N,  Dapil Papua Barat.

Kepala Bidang Umum Sinode GKI di Tanah Papua menyebutkan untuk surat rekomendasi atau dukungan yang sedang beredar terhadap oknum Caleg DPRI di Provinsi Papua Barat yang isinya berupa seruan atau himbaun berupa surat rekomendasi untuk mendukung calon tersebut adalah ‘TIDAK BENAR’ atau (HOAX).

 

Itu perbuatan manipulatif dari oknum yang  dengan sengaja memalsukan dokumen tersebut untuk kepentingan kelompok, dan kepentingan sendiri.

Selain itu lanjut Imoliana,  setelah pihaknya memeriksa seluruh dokumen administrasi surat menyurat GKI di Tanah Papua tertanggal 19 November 2018, BP Am Sinode GKI di Tanah Papua tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi sebagaimana yang beredar itu.

“BP Am Sinode GKI di Tanah Papua menyatakan surat tersebut tidak benar, tidak pantas diedarkan secara luas. Dan dilarang keras untuk dibacakan dalam  warta jemaat maupun segala bentuk kegiatan GKI di Tanah Papua, baik berupa Ibadah maupun kegiatan rohani lainnya yang pada prinsipnya melibatkan warga Gereja”, tegas Pdt. Petrus E. Imoliana.
(Richard Mayor / lintaspapua,com)