JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua. Berkeinginan menjadi garam dan terang bagi masyarakat Papua dalam kerja dan pelayanan berbasis kasih lewat pemikiran dan gagasan PIKI.

 

Kendati PIKI baru terbentuk di Papua, namun PIKI memiliki keinginan menjadi wadah persekutuan untuk bersaksi dan melayani dalam menyampaikan maksud Tuhan ditenggah kehidupan bermasyarakat, bangsa dan bernegara, di Papua.

 

“PIKI wadah berhimpun persekutuan kaum intelegensia kristen. Kita menjunjung tinggi nilai kebenaran, dan nilai keadilan sebagai saksi pelayanan kristen di tenggah pergumulan, kenyataan hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara di Papua,” ujar  Ketua DPD PIKI Provinsi Papua, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., di Ruang Pimpinan Pasca Sarjana (MM) Kampus Uncen Papua, Jayapura, Sabtu 9 Maret 2019.

 

Selain itu,  Mantan Rektor Universitas Cenderawasih ini  menambahkan, bahwa PIKI akan menjalin kordinasi dan komunikasi dalam bermitra dengan semua stekholder di Papua. PIKI mendukung pemerintahan di Provinsi Papua lewat kontribusi demi pembangunan di Papua.

 

“Peran dan kontribusi PIKI terhadap pembangunan di papua lewat pelayanan terhadap masyarakat dari berbagai bidang akan diperjuangkan. Karena yang menjadi anggota PIKI mereka adalah intelektual kristen dari berbagai lapisan latarbelakang kerja mulai dari aparatur sipil negara (ASN), Akademisi, Dosen, LSM, dan profesi professional,” jelas Mantan Menteri Lingkungan Hidup.

“Anggota PIKI semua  adalah para intelektual kristen. Kami berkomitmen memberikan subangsi pemikiran dalam mendukung program pemerintah daerah, baik provinsi hingga kabupaten/kota dalam membangun di Papua,” ucapnya.

“Disisi lain PIKI menjadi mitra pemerintah daerah dalam memberikan pemikiran.  Tapi juga PIKI menjadi mitra kritis dalam mengawal, membantu dan mendorong terwujudnya pelaksanaan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.  (Richard Mayor / lintaspapua.com )