William Temongmere  Terpilih Pimpin Ikatan Mahasiswa Fak- Fak di Kota Studi Bandung

0
603
William Temongmere, selaku mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Jurusan Hukum ini. (baju putih) terpilih sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Fak- Fak (IKMAFAK) di Kota Studi Bandung, saat foto bersama Simpatisan, Ketua IMAKA Bandung, Kasmin Werfete, usai proses musyawarah selesai. (Barnabas Subagio / lintaspapua.com )

BANDUNG (LINTAS PAPUA)  –  William Temongmere akhirnya terpilih menjadi ketua IKMAFAK periode 2019 – 2020, setelah melalui Musyawarah Besar dan reorganisasi yang digelar puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Fak- Fak (IKMAFAK) Kota Studi Bandung, di Jalan Ir. H. Djuanda No.109 Sekretariat GMKI Cabang Kota Bandung,  Jumat, 08 Maret 2019 malam.

 

Adapun kegiatan Musyawarah Besar dan reorganisasi dengan thema Seminar “Peran Akademisi Milenial Dalam Memanajemen Organisasi” dan Sub thema “Membangun Organisasi dan Akademisi yang Kreatif, Kritis, Reflektif, dan Konstruktif”.

Caption Foto : Suasana Musyawarah Besar dan reorganisasi yang digelar puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Fak- Fak (IKMAFAK) Kota Studi Bandung, di Jalan Ir. H. Djuanda No.109 Sekretariat GMKI Cabang Kota Bandung,  Jumat, 08 Maret 2019 malam. (Subagio / lintaspapua.com )

Ketua Panitia Pelaksana,  Yones Kabes, dalam sambutannya menyampaikan, kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Seminar, Musyawarah Besar dan Re-Organisasi.

 

Yones Kabes mengharapkan,  agar para peserta sabar dan tabah dalam mengikuti kegiatan Seminar, Musyawarah Besar dan Re-Organisasi dari awal hingga selesai agar materi-materi yang akan disampaikan dapat berguna bagi individu dan kelompok.

 

Usai kegiatan Seminar, Musyawarah Besar dan Re-Organisasi IKMAFAK 2019 Ketua Demisioner,  Daniel S. Iba mengatakan, bahwa organisasi ini mempunyai tantangan, sehingga tetap semangat dan kompak dalam memimpin masa kepemimpinan yang telah dipercaya oleh anggota melalui proses yang panjang.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Senioritas IKMAFAK Bandung,  Oskar Kabes berpesan,  agar organisasi ini banyak kekurangan dan kelemahan,  sehingga dengan terpilihnya pengurus baru ini dapat membenah diri dan organisasi guna menyiapkan kader Pemimpin Fak-fak kedepan. “ucapnya.

Oskar menambahkan,  bahwa selagi berproses di organisasi IKMAFAK ini jangan terlalu banyak Protes,  tetapi Perbanyak Progres agar ada dampak positif yang dirasakan oleh Diri Sendiri, Anggota, serta IKMAFAK Bandung lebih baik dari hari ini.

Ditempat yang sama, Ketua Demisioner Ikatan Mahasiswa Kaimana,  Khasmawati Laturauw meminta,  agar harus ada kegiatan-kegiatan yang dapat menyatukan antara Anggota Paguyuban IKMAFAK Bandung dengan IMAKA Bandung seperti makrab dan halal bihalal terus dilalukan melalui KAFA Bandung.

Sementara itu, Ketua IKMAFAK terpilih, William Temongmere dalam sambutan perdananya meminta,  agar para anggotanya tetap menjaga kekompakan.

“Mari jaga kekompakan,  agar program yang saya siapkan dapat terlaksana dengan baik karena saya siapkan program bagus-bagus tetapi kalian tidak datang atau hadir, maka percuma saja program brilian tersebut tidak akan terlaksana,” ujar Ketua  William Temongmere.

 

William Temongmere menambahkan,  bahwa program kerja pertama yang  akan dilakukan yakni, menjalin kerjasama dengan paguyuban dan kombas pada organisasi Mahasiswa dan Pemuda yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya.

“Sehingga apa yang diharapkan paguyuban lain seperti yang diutarakan oleh IMAKA tadi dapat terlaksana,” tutur mahasiswa asal Fakfak yang kuliah di Universitas Katolik Parahyangan, Jurusan Hukum ini.

 

William Temongmere juga ingin menjawab harapan anggota akan organisasi ini hanya saja perlu di Diskusikan tentang harapan-harapan anggota tentang organisasi ini kedepan.

“Namun langkah pertama ini saya akan awali dengan Staffing terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan Rapat Kerja, sehingga moment RAKER ini mengajak mengeluarkan ide dan harapan IKMAFAK nanti,” tutupnya, dengan senyum bahagia.

Menurut pantauan media ini, Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang diawali dengan Seminar yang disampaikan oleh Moses Krispul, SH., dan Daniel Everd,  SI.Kom. S.Sos. dengan topik “Peran Akademisi Milenial Dalam Memanajemen Organisasi” dengan aman dan kondusif.

Tahap akhir ditutup dengan Pemilihan Pengurus Baru dengan melawan Kotak Kosong,  sehingga dibacakan Surat Keputusan Pengurus Baru oleh Presidium Sidang bahwa kegiatan Musyawarah Besar dan Reorganisasi berakhir dengan disahkannya SK Pengurus Baru.  (Barnabas Subagio  / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here