Pemimpin Meepago Bersatu : Raker Asosiasi Bupati Meepago, Sepakati 22 Program Strategis

0
233
Raker dipimpin Bupati Nabire, Isaias Douw, S. Sos., MAP dan dihadiri Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S. IP., Bupati Deiyai diwakili Wakil Bupati, Hengky Pigai, S. Pt, Bupati Paniai Mecky Nawipa dan Wakil Bupati Paniai, Otopianus Gobay, Bupati Intan Jaya dan Bupati Timika berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas keluar daerah. (Foto Humas Setda Nabire)

NABIRE (LINTAS  PAPUA)   – Asosiasi Bupati se-Meepago, Provinsi Papua menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka membahas sejumlah program strategis pembangunan kawasan Meepago, di ruang rapat Bupati Nabire di Kabupaten Nabire, Rabu, (6/3/2019).

Raker dipimpin Bupati Nabire, Isaias Douw, S. Sos., MAP dan dihadiri Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S. IP., Bupati Deiyai diwakili Wakil Bupati, Hengky Pigai, S. Pt, Bupati Paniai Mecky Nawipa dan Wakil Bupati Paniai, Otopianus Gobay, Bupati Intan Jaya dan Bupati Timika berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas keluar daerah.

Raker ini adalah pertemuan lanjutan dari pertemuan perdana di Bogor tahun lalu (2018) yang dihadiri semua Bupati.

Raker Bupati Meepago menghasilkan 22 program sebagai agenda dan komitmen bersama dalam rangka pembangunan kawasan Meepago, berikut 16 program di antaranya.

Pertama, Asosiasi Bupati Meepago telah dibentuk dan Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, MAP telah dipilih sebagai Ketua Asosiasi Bupati se-Meepago.

Kedua, para Bupati se-Meepago menyatakan bersatu dan menyeruhkan kepada semua warga Meepago agar bersatu, akhiri permusuhan atas dasar kepentingan politik, kepentingan kelompok, dan kepentingan atas dasar agama serta mendukung pembangunan di setiap kabupaten maupun program strategis kawasan di wilayah Meepago.

Ketiga, menyepakati untuk menyelesaikan tapal batas wilayah antar provinsi, kabupaten, dan melakukan pemetaan wilayah berbasis kepemilikan adat dan potensi daerah.

Keempat, menyepakati bahwa penyelenggaraan Pemilu,17 April 2019 di wilayah Meepago dan Papua harus aman dan sukses.

Kelima, menyepakati bahwa penerimaan CPNS wajib orang Meepago, kecuali formasi bidang langka yang tidak ada pelamar orang asli Meepago dan untuk Kabupaten Nabire 80 persen orang asli Papua dan 20 persen disesuaikan dengan kebutuhan bidang teknis yang tidak dilamar oleh orang asli Papua.

Keenam, menyepakati untuk membangun Universitas Meeuwodide (program jangka panjang), Penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun, dan membangun PGSD untuk memenuhi kebutuhan guru di wilayah Meepago.

Ketujuh, menyepakati untuk memperhatikan masalah kesehatan secara bersama-sama dan mendorong budidaya tanaman lokal sebagai obat alternatif.

Kedelapan, mengembangkan bidang ekonomi rakyat dengan mendorong bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri kreatif serta menetapkan sentra produksi sesuai potensi yang dimiliki oleh kabupaten masing-masing. Untuk kepentingan pengembangan ekonomi akan dibangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Meepago.

Kesembilan, menyepakati untuk mengkaji sumber-sumber energi di wilayah Meepago, misalnya PLTA Urumuka.

Kesepuluh, menyepakati untuk membuat Peraturan Daerah tentang Minuman Keras di setiap kabupaten dan akan membuat pos penjagaan distribusi Minuman Keras dari Nabire ke wilayah pedalaman, dalam hal ini akan bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri.

Kesebelas, membangun asrama mahasiswa permanen di setiap kota studi secara bertahap dan menyediakan bantuan studi bagi mahasiswa secara bersama dengan prioritas pada studi langka dalam dan luar negeri.

Keduabelas, Paniai ditetapkan sebagai pusat akses transportasi udara wilayah Meepago dan Nabire sebagai pusat akses transportasi udara dari dan keluar Meepago.

Ketigabelas, menyepakati untuk membangun pusat pemerintahan terpisah dari perumahan penduduk, semua gedung berarsitektur budaya setempat, berwawasan lingkungan, dan modern (jangka panjang)

Keempatbelas, menyepakati dan menyeruhkan kepada semua pihak untuk mempersiapkan diri menerima pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Kelimabelas, menyepakati untuk melakukan rapat resmi setiap enam bulan sekali dan pertemuan – pertemuan biasa setiap saat sesuai kebutuhan.

Keenambelas, menyepakati untuk membentuk tim khusus yang terdiri dari lima orang per kabupaten untuk membuat perencanaan spesifik terkait program-program strategis jangka panjang di wilayah Meepago yang telah ditetapkan bersama.

Usai Raker, kepada sejumlah awak media, Ketua Asosiasi Bupati se-Meepago, Isaias Douw mengatakan, sepanjang sejarah perjalanan pemerintahan di wilayah adat Meepago, baru pertama kali ini terjadi persatuan para bupati dan berkomitmen membangun wilayah Adat Meepago dengan semangat, karakter, nilai adat, dan kebutuhan orang Meepago.

Karena itu, kata Bupati Isaias, “Kita bersyujur kepada Tuhan karena kita sudah bersatu untuk melaksanakan sejumlah program bersama-sama di wilayah Meepago. Kami minta semua pihak, terutama masyarakat agar mendukung program yang sudah kami sepakati ini, ” kata Isaias.

Nabire, 6 Mei 2019

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire,

Yermias Degei