SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Jenazah korban amuk massa terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Kemiri Sentani, tepatnya di samping Apotik Budi, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Upacara pemakaman Aiptu Dian Budi Santoso, anggota Polres Jayapura yang juga Ajudan Wakil Bupatii (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro dipimpin langsung oleh Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Almarhum Aiptu Dian Budi Santoso meninggal setelah dua hari menjalani perawatan di RSUD Yowari, akibat di amuk massa usai mobil Mitsubishi Kuda DS 1755 AP yang dikemudikan almarhum menabrak sepeda motor Yamaha X Ride DS 4055 J serta tiga orang warga yang sedang melakukan pengecatan pembatas (Malka) jalan. Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut satu dari tiga orang warga itu meninggal dunia.

Almarhum Aiptu Dian Budi Santoso sempat dilarikan ke RSUD Yowari untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka parah dibagian wajah dan kepala akibat hantaman benda tumpul. Pada hari Rabu (6/3/2019) subuh sekitar pukul 04.30 WIT, dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Yowari.

Setiba di Nimbokrang, jenazah langsung dibawa ke rumah dan langsung disemayamkan. Pada prosesi pemakaman ini juga dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, pejabat maupun pimpinan Polres Jayapura, keluarga dan kerabat dekat almarhum.

Almarhum Budi Santoso tewas saat mobil Mitsubishi Kuda DS 1755 AP yang dikemudikannya menabrak sepeda motor Yamaha X Ride DS 4055 J, serta 3 orang yang sedang melakukan pengecatan pembatas atau marka jalan. Akibat kecelakaan tersebut, satu diantaranya meninggal dunia di tempat kejadian.

Pasca kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut, almarhum Aiptu Budi Santoso kemudian dihampiri para pekerja pengecatan lainnya dan melakukan aksi main hakim sendiri. Kemudian almarhum mencoba menyelamatkan diri namun dikejar oleh massa hingga terjatuh dan dihakimi oleh massa dengan menggunakan balok maupun batu hingga tak sadarkan diri.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH, M.Si., saat dikonfirmasi di Kedai Kopi Kampoeng, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura Kamis (7/3/2019) kemarin siang mengatakan, jenazah sudah dibawa pulang dan disemayamkan di Nimbokrang I Blok D, guna dimakamkan di TPU Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. “Jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka di Nimbokrang I Blok D. Kemudian langsung dimakamkan di TPU Nimbokrang,” katanya.

Meski demikian, proses hukum kasus meninggalnya almarhum Aiptu Dian Budi Santoso setelah dikeroyok massa itu terus dilakukan pihak kepolisian. Sejauh ini semua kasusnya masih terus berlanjut baik kecelakaan lalu lintas dan aksi main hakim sendiri atau pengeroyokan serta pembakaran mobil yang dikemudikan oleh almarhum Aiptu Budi Santoso.

Pasca kejadian lakalantas yang terjadi pada Senin (4/3) malam lalu yang mengakibatkan satu orang meninggal (korban lakalantas). ”Kemudian berlanjut kepada kasus pengeroyokan yang juga mengakibatkan anggota kami menjadi korban pengeroyokan dan meninggal dunia. Tentunya proses hukum ini harus tetap berjalan. Baik itu, kasus lakalantas maupun aksi sepihak (pengeroyokan) maupu main hakim sendiri, dan juga pembakaran mobil daripada pelaku dari kasus lakalantas tersebut,” katanya.

“Kita berharap semua yang nanti dipanggil sebagai saksi itu bisa memberikan keterangan sejelas-jelasnya, agar kasus ini menjadi pembelajaran dan juga kedewasaan kita terhadap hukum untuk kita bisa menghindari aksi-aksi main hakim sendiri,” sambung Kapolres Jayapura.

Selain itu, Kapolres Jayapura menyampaikan turut berbela sungkawa atas kepergian salah seorang anak buahnya. Kapolres Jayapura juga menyebutkan bahwa proses hukum atas peristiwa lakalantas yang menewaskan seorang warga dan berujung pada amuk massa kepada Aiptu Dian Budi Santoso tetap akan dilanjutkan.

“Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya salah satu anggota kami, Aiptu Dian Budi Santoso. Untuk permasalahan yang terjadi memang ada sebab dan akibat yakni, ada lakalantas yang menyebabkan terjadi pengeroyokan. Dan, tentunya kami akan melakukan proses hukum baik secara lalulintas maupun kepada pelaku pengeroyokan yang main hakim sendiri. Karena itu tidak dibenarkan main hakim sendiri karena masih ada hukum yang berlaku,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Mimika dengan nada tegas. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)