Oleh : Eveerth Joumilena, S.IP.  (Pemimpin Redaksi Media Online LintasPapua.com )

 

  

“Mari Semua Pihak Terlibat Jaga Kebersihan,” ajak Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, ketika berkomitmen membawa  Kabupaten Jayapura Menuju Kota Bebas Sampah dan Komitmen Pemerintah Membangun Partisipasi Aktif Masyarakat Untuk Tidak Membuang Sampah Sembarangan Menuju GO ADIPURA 2019

 

Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha, dalam mewujudkan sustainable city (kota berkelanjutan), yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunannya dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance).

Hal inilah yang mendorong Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Jayapura hingga tingkat distrik kelurahan dan kampug bersama – sama  melaunching Go Adipura 2019.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.,  meminta kepada semua warga di daerah ini, terutama warga di tiga distrik yakni, Distrik Waibhu, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Timur untuk selalu membudayakan hidup bersih dan tertib.

Hal ini diungkapkan Bupati Mathius ketika memberikan sambutan pada saat melaunching Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura 2019, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (11/01/2019) pagi.

 

 

“Kesadaran warga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan dan juga ketertiban di daerah ini. Apapun sarana penunjang yang kami sediakan jika tidak di barengi dengan kesadaran warga, maka sulit kita mencapai tujuan tersebut,” kata Bupati Mathius.

 

 

Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat di Kabupaten Jayapura terutama di tiga Distrik, untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam menjaga kebersihan. Dengan demikian, komitmen untuk menuju Go Adipura 2019 dapat tercapai.

 

 

Mathius Awoitauw menegaskan, bahwa launching yang di lakukan hari ini (kemarin) bukan sekedar launching, tetapi sebetulnya launching tersebut lahir melalui sebuah pergumulan yang cukup lama. Dimana, beberapa tahun lalu, pihaknya telah mendiskusi sejumlah hal berkaitan dengan penataan Kota Sentani termasuk di dalamnya mendapat Adipura di Tahun 2019.

 

 

Dirinya juga menjelaskan, launching Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Lingkungan Hidup. Yang mana, menjaga kebersihan di setiap Kabupaten/Kota merupakan instruksi pemeritah pusat ke provinsi untuk di teruskan ke Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

 

 

“Tim yang sudah terbentuk tidak berhenti saat launching saja. Tetapi, tim tersebut tetap akan menjadi penggerak dalam setiap upaya kebersihan di Kabupaten Jayapura, terutama di Distrik Sentani, Distrik Waibhu dan Distrik Sentani Timur,” ujarnya.

 

 

Dikatakan, kedepan pihaknya melalui tim dan OPD tekhis akan mengatur waktu dalam seminggu dua atau tiga kali menggerakan semua komponen untuk turun langsung ke titik-titik yang rawan terdapatnya sampah di tiga distrik.

 

 

Ditambahkannya, gerakan menjaga kebersihan yang telah di canangkan dapat di teruskan ke tingkat distrik dan kampung. Dana-dana kampung bisa di anggarkan oleh kampung untuk memprogramkan kebersihan kampung sebagai bagian dari dukungan terhadap Go Adipura 2019.

 

GO ADIPURA 2019 Mendapat Dukungan OPD

Beberapa OPD terlihat telah melakukan pembenahan dan ikut aktif dalam memprakarsai berbagai aksi di masyarakat, guna mengajak masyarakat dalam melakukan pembersihan lingkungan hingga areal kali dan sungai ikut dibersihkan bersama, selain kantor – kantor juga menjadi bagian untuk dibersihkan.

Sebagaimana, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura siap mendukung penuh keberhasilan Adipura Tahun 2019  dengan cara memprakarsai aksi penataan dan juga kebersihan di Distrik Waibhu.

 

“Dalam pertemuan tersebut, kami telah menyepakati beberapa hal yang menjadi keputusan bersama dalam menjalankan aksi kedepan. Salah satunya, kami sudah menentukan tanggal pencanangan aksi yakni, tanggal 24 Januari 2019 mendatang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, M.KP, usai menggelar coffe morning di Ruang Rapat Kantor Dishub, Jumat (18/01/2019).

Lanjut Alfons Awoitauw mengatakan, pihaknya memprakarsai aksi tersebut berdasarkan keterpanggilan hati selaku pimpinan OPD yang merasa bertanggung jawab menjalankan kebijakan atau program Bupati Jayapura.

“Selain itu, kami juga telah menyusun tim yang akan akan menjalankan aksi tersebut. Pencanangan aksi akan di lakukan bersamaan dengan pelantikan dua kepala kampung di Distrik Waibhu yakni, Kampung Sosiri dan Kampung Yakonde,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Sentani tersebut.

 

Pencanangan aksi juga akan di pusatkan di Kampung Yakonde, untuk itu, dirinya mengajak kepada semua komponen masyarakat di Distrik Waibhu untuk terlibat dalam pencanangan dan aksi penataan, serta kebersihan di Waibhu.

“Tiga titik utama yang akan menjadi pusat penilaian Kabupaten Jayapura Go Adipura 2019 adalah Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur dan Distrik Waibhu. Sebab itu, mari kita semua, baik instansi pemerintah, swasta, perbankan dan masyarakat di Waibhu bersatu menuju aksi kebersihan dan penataan tersebut,” ajaknya.

Alfons demikian sapaan akrabnya memaparkan, tim aksi yang dibentuk tersebut di beri nama, Tim Go Adipura 2019 Distrik Waibu dengan susunan kepengurusan sebagai berikut, Pelindung/Penasihat adalah Tim Go Adipura 2019 Kabupaten Jayapura, Para Ondofolo di Wilayah Waibhu, Kepala Distrik Waibhu, Danramil Sentani, Kapolsek Sentani Barat.

 

Sedangkan ketua Tim Go Adipura Distrik Waibu adalah, Alfons Awoitauw, SE, M.Si (Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura. Sekretaris, Subagyo (Kepala Bidan Perhubungan Udara Dishub Kabupaten Jayapura). Bendara, Ibu Rut (Kantor Samsat Jayapura).

Koordinator Bidan Kebesihan adalah, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Kampung Doyo Baru dengan anggotanya Bank Mandiri. Koordinator bidan Bidan pertamanan, Ketua RW I Kampung Doyo Baru dengan anggota Bank BRI. Dan Koordinator Bidan Infrastruktur, Ketua RT 01/RW 01 Kampung Doyo Baru dengan anggota Bank Papua.

 

Demikian halnhya dengan Distrik Sentani yang dipimpin oleh Kepala Distrik Kota Sentani, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP bersama TNI dan Komunitas Yauw Enggo (YANGGO), sebuah komunitas anak Muda Sentani, yang dipimpin Nelly Ibo melakukan pembersihan di bantaran kali – kali dalam Kota Sentai serta bersosialisasi mengajak masyarakat hidup bersih dan tidak membuang sampah ataupun limbah di kali.

Kepala Distrik Sentani, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP mengatakan, pihaknya mengarahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya, pada umumnya masyarakat sudah sadar, namun ada yang belum sadar, sehigga kami door to door untuk mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembatrangan ke bantaran kali.

 

“Khusus untuk peternak babi yang kotorannya dibuang langsung ke kali, akan diberikan teguran, Oleh Sebab itu untuk itu dengan adanya kampanye GO Adipura 2019 kepada masyarakat bisa bersama – sama mendukung Pemerintah menjaga kebersihan dan tidak membuang sammpah sembaragan,” pesan dan ajakan  Budi Yokhu, saat kerja bakti bersama TNI dan Komunitas Yauw Enggo di Bantaran Kali Belo di Kota Sentani, Jumat  (18/1/2019)

Dukungan Komunitas Yanggo Nampak dari aksi bersih – besih bersama Distrik Sentani, dalam kesempatan tersebut, Nelly Ibo mengaku cukup prihatin dengan kondisi kota yang banyak sampah, sehingga Komunitas Yanggo langsung turun lapangan dan mendukung program Bupati Jayapura dan Distrik Sentani Kota, yaitu program hidup bersih dan Go Adipura.

 

“Kepada masyarakat mari kita hidup bersih dan jangan buang sampah di kali, sebab kali bukan tempat sampah untuk buang sembarangan, karena akibatnya  Danau bisa tercemar, sehingga mari kita bangun kesadaran bersama, demikian kami mengajak kepada komunitas lainnya untuk kita dukung Kabupaten Jayapura yang bersih,”  ajak Nelly Ibo.

 

GO ADIPURA 2019 Dapat Dukungan Masyarakat Adat

 

Dalam kaitan dengan GO ADIPURA 2019, juga mendapat dukungan dari masyarakat Adat, salah satunya Ondofolo dan Masyarakat Adat Ifar Besar memberikan dukunhan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura.

 

Tokoh adat dan masyarakat adat yang di wilayah Ifar Besar  mendukung program Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam rangka mendapatkan piala Adipura pada tahun 2019. Selain mendukung Go Adipura 2019, juga mendukung pelaksanaan PON XX Tahun 2020 di Papua yang akan dihelat di Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah Ivan olahraga terakbar se- Indonesia ini.

Ondofolo Kampung Ifar Besar, Franz Albert Joku mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura 2019 dan juga iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020.

Dukungan itu disampaikannya saat melaksanakan rapat atau pertemuan antara dirinya dengan tokoh-tokoh adat, masyarakat adat serta para pemangku kepentingan yang berada di wilayah Ifar Besar, yang berlangsung di Kediamannya, Flavouw, tepatnya di depan Jalan Raya Sentani-Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (17/1/2019) siang.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkab Jayapura dan didukung oleh sejumlah OPD diantaranya Dinas TPH, Dinas PU, Bappeda serta Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura.

Ondo Frans Alberth Joku menjelaskan, bahwa maksud pertemuan yang diadakan pihaknya tersebut, guna membuat kesepakatan sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk meraih piala Adipura serta untuk mensukseskan PON XX 2020 mendatang.

“Tentunya melalui respon ini, kami menyambut niat baik pemerintah daerah untuk menuju Go Adipura 2019 dan juga membuka akses jalan yang dipersiapkan untuk PON XX tahun 2020 nanti,” imbuhnya.

 

“Dan, kebetulan ada pembangunan yang jatuh di areal kami. Sehingga ini penting untuk kami mendukung,” tambah Ondo Franz sapaan akrabnya.

Menurut Ondo Franz, pihaknya harus secara aktif mendukung atau membantu pemerintah daerah untuk dapat merealisasi seluruh perencanaan ini.

“Sebab, kepentingan nasional, provinsi dan kabupaten khususnya PON 2020 itu kepentingan kami juga. Dimana, areal kami yang nantinya banyak digunakan,” jelasnya.

Dirinya berharap, kepada Ondofolo atau tokoh-tokoh adat lainnya bisa mengikuti apa yang pihaknya lakukan saat ini,  sehingga keinginan besar pemerintah dapat kita sukseskan bersama-sama.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, yang hadir dalam pertemuan itu memberikan apresiasi kepada  Ondofolo Kampung Ifar Besar.

“Saya pikir ini gerakan yang sangat bagus. Ini satu inisiatif, satu keterpedulian untuk bagaimana masyarakat adat juga mau Kota sentani menjadi lebih baik. Untuk itu, saya memberikan apresiasi,” ucapnya.

Untuk itu, Bupati Mathius berharap, dari pertemuan ini masyarakat adat lain dapat mengadakan pertemuan dengan mengundang para pemangku kepentingan yang berada diwilayah adatnya untuk duduk bicara bersama-sama.

Perencanaan

Untuk mencapai Go Adiura, tentunya  Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Rapat Persiapan Launching Go Adipura Tahun 2019, Kamis (10/1/2019) kemarin pagi bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Rapat persiapan itu dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi oleh Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H, S.IK, M.H., M.Si, Kasatpol PP Kabupaten Jayapura, Drs. Frits Rumayomi dan perwakilan Dandim 1701/Jayapura.

Untuk diketahui, Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura adalah sebuah komitmen bersama semua komponen di daerah ini, baik pemerintah, swasta, TNI/Polri, dunia usaha dan seluruh masyarakat yang mendiami wilayah perkotaan hingga ke kampung-kampung di Bumi Khenambay Umbay.

Semua komponen yang disebutkan tersebut,tentunya memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Sehingga di pandang perlu adanya kesepahaman bersama yang terbangun diantara para pihak agar penanganan masalah kebersihan sebagai salah satu indikator dapat tertangani secara baik mulai dari hulu sampai hilir.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, dalam arahannya sangat mengharapkan, dukungan dari semua pihak terhadap gerakan Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura.

Menurut Bupati Mathius, setelah melalui pertemuan bersama ini akan terbangun suatu kesepahaman bersama dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk tindakan yakni dengan melalukan launching terkait Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura.

Dikatakan, setelah di launching maka selanjutnya Pemerintah Daerah bersama semua komponen di daerah ini untuk terus menggelorakan Kabupaten Jayapura Go Adipura lewat tindakan dan karya nyata. Supaya gerakan tersebut tetap ada dan memberikan manfaat bagi daerah ini.

“Kami berharap agar setalah launching, gerakan Kabupaten Jayapura menuju go adipura menjadi gerakan bersama yang dapat kita gerakan untuk menjaga keindahan, kebersihan guna mendapat penghargaan Adipura,” ujar Bupati Awoitauw.

Ditambahkan, kedepan peran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis dan tim dapat bergerak secara cepat untuk menangani masalah sampah dan menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pemenuhan kriteria-kriteria yang telah di tentukan dalam menuju Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura.

 

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro meminta kepada warga di Kabupaten Jayapura untuk ikut berkomitmen meraih Piala Adipura di tahun 2019.

Untuk itu, dibutuhkan peran aktif dari semua komponen di daerah ini, baik pemerintah maupun swasta. Tetapi, juga butuh dukungan dari seluruh masyarakat pada umumnya.

“Modal utama mendapatkan Adipura adalah kebersihan. Untuk itu, marilah semua kita, baik kami selaku pemerintah tetapi juga masyarakat menjaga kebersihan di daerah ini,” ajak Wakil Bupati, Giri Wijayantoro,  dalam arahannya saat memimpin pertemuan dengan pimpinan OPD dan berbagai stokeholder tentang Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura 2019, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (07/01/2019) lalu.

Dikatakan, Kabupaten Jayapura sebagai salah satu kabupaten terkemuka di Papua sudah saatnya mendapat Adipura. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah melalui OPD tekhnis akan merumuskan langkah-langkah konkrit dalam menangani kebersihan di Kota Sentani.

Bukan saja pemerintah, lanjutnya, masyarakat di Kota Sentani juga di minta untuk memberikan dukungan terhadap upaya kebersihan yang di lakukan oleh OPD tekhnis. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak tidak membuang sampah sembarang juga harus di tingkatkan.

Dijelaskan, Kota Sentani mulai bergelut dengan permasalahan sampah.  Pemerintah terus berupaya menjaga kebersihan namun masih saja terdapat sampah-sampah yang berhamburan di sejumlah titik akibat rendahnya kesadaran warga.

“Kami berharap agar semua pihak yang berada di Kota Sentani. Entah itu, pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan juga dunia usaha harus bertanggungjawab memperhatikan kebersihan kota. Supaya komitmen kita menjadikan Kabupaten Jayapura menuju Go Adipura dapat tercapai,” tandasnya.

 

Sekilas Adipura

Program ADIPURA merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam mendorong implementasi kebijakan lingkungan dengan pendekatan wilayah, pendekatan implementasi kebijakan persampahan, dan pendekatan implementasi kebijakan penghijauan. Salah satu kriteria penilaian dalam penghargaan ADIPURA adalah dalam hal Implementasi atas amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; Upaya dan hasil dalam memenuhi target nasional pengelolaan sampah, yaitu pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% pada 2025; serta upaya yang mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu sampai dengan hilir di setiap kabupaten/kota.

Prinsip utama penerapan ADIPURA yaitu : pelibatan peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku; terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi, serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang.

Menjadi dasar pergeseran paradigma pengelolaan sampah yang harus bergerak ke hulu sehingga upaya-upaya pengurangan sampah menjadi penentu (determinant) yang penting; dan pengklasifikasian kota menurut leveled playing system, artinya kota dan kabupaten dan akan ‘bersaing’ dalam level kapasitas sistem pengelolaan sampah dan pemenuhan ruang terbuka hijau yang setara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan, melalui program ADIPURA, pemerintah kota dan kabupaten diharapkan dapat mendukung target pengelolaan sampah sebesar 100% pada tahun 2025, dan menjadi salah strategi nasional pengelolaan sampah 2025 dengan cepat dan terukur, sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (JAKSTRANAS) Pengelolaan Sampah.

Sosialisasi Terus Dilakukan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melakukan sejumlah persiapan dalam rangka meraih penghargaan Adipura di tahun 2019 ini.

“Salah satu persiapan yang kita lakukan dengan mengadakan sosialisasi rencana penataan dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kepada masyarakat yang ada di lintasan RTH menuju Bandara Sentani,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Dra Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Ia mengungkapkan, sosialisasi yang menghadirkan masyarakat yang berada di lintasan rencana pembangunan RTH tersebut untuk menyampaikan sejumlah persiapan sebelum dibangunnya RTH.

 

“Hari ini (kemarin) sosialisasi kepada masyarakat yang ada di lintasan Ruang Terbuka Hijau menuju jalan masuk Bandara Sentani,” ujarnya.

Hanna menjelaskan, ada beberapa tahap yang dilakukan, yang pertama melakukan kepada masyarakat adat, masyarakat setempat, kemudian kepada masyarakat yang ada diluasan RTH itu.

“Jadi dalam sosialisasi itu, kita berbicara tentang kesiapan masyarakat dan juga perpaduan ide dan pemahaman bersama. Agar masyarakat setuju dan mendukung,  bahwa tempat ini akan di jadikan ruang terbuka hijau dan mereka juga dapat mempersiapkan diri untuk bisa di relokasi,” jelasnya.

 

Jika Demikian berangkat dari pengertian diatas,  maka masyarakat dan pemerintah harus tetap berjalan bersama dalam menjaga kebersihan dan mengelola ruang terbuka hijau secara baik. Disisi lain, setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam upaya GO ADIPURA 2019 membutuhkan dukungan masyarakat dan berbagai elemen organisasi masyarakat serta  organisasi perangkat daerah, sehingga apa yang diimpikan terus berlanjut dalam berbagai aksi nyata dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dimana saja kita berada. Sebagaimana ajakan Bupati Mathius Awoitauw, bahwa semua pihak harus terlibat.  (***)