Asosiasi Pemuda Saireri Papua, sebagaimana kumpulam organisasi Pemuda yang berasal dari daerah Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen, Nabire Pesisir, dan Mamberamo Bagian Barat., saat berikan keterangan pers. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (INTAS PAPUA)  – Asosiasi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar asal Saireri (AMPPAS) di Kota Jayapura mengecam tindakan  Jafar Umat Thalib bersama pengikutnya dan sebagai tindakan kriminal harus diproses hukum dan dipulangkan.

 

Hal ini disampaikan  Wakil Ketua Tim Formatur AMPPAS, Gifli Buinei, ST. sekaligus menyampaikan bahwa pihaknya mengecam dan  sebagai insiden yang merupakan tindakan kriminal  murni, karena ada tindakan pengrusakan dan tindakan fisik.

Wakil Ketua Tim Formatur AMPPAS, Gifli Buinei, ST. sekaligus menyampaikan bahwa pihaknya mengecam dan sebagai insiden yang merupakan tindakan kriminal murni, karena ada tindakan pengrusakan dan tindakan fisik.. (lintaspapua.com)

“Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintgah Kabupaten Keerom, untuk dapat berhadapan dengan paham – paham radikalisme,  sehingga bisa dihentikan peredarannya,” ujar Gifli Buinei, yang didampingi Perwaklan Pemuda Waropen, Dominggus Erari, Dominggus Erari, Yuan Rumbiak. Randi Sanadi, Adriyanus Rumboirusi, dalam keterangan pers di Kotaraja, Rabu (6/3/2019).

AMPPAS Meminta, JUT dan Pengikutnya harus di hukum sesuai perbuatannya dan kepada Gubernur Papua harus berani dan  Pemerintah Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura mengeluarkan Jafar Umar Thalib, termasuk waspada ajaran – ajaran agtau paham radikalisme yang mungkin saja berkembang dalam masyarakat.

 

“Kami juga akan mengawal jalannya proses hukum, karena setelah diproses hukum harus dipulangkan ke daeah asalnya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Formatur AMPPAS, Sundy Wayangkau,  mengatakan, pentingnya melihat dampak dari hal tersebut, sebab jangan sampaik kejadian JUT terulang lagi.

“Kalau bisa kita saling menguatkan dan apinya harus dikeluarkan dari Sekam, karena berbagai paham radikalisme sangat berbahaya,” tuturnya.

Sundy Wayangkau bersama rekan – rekannya  meminta, agar Pemerintah daerah harus tegas menutup  tempat  – tempat tersebut di yang menjadi saran disebarkan ajaran – ajaran yang menjadi paham radikalisme.

 

“Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Keerom harus tegas menutup tempat – tempat dari Jafar Umar Thalib, karena sudah sejak lama sekitar 2015 berada dna banyak ajaran – ajaran yang disampaikan, sehingga harus mengusut tuntas semua paham – paham yang merusak keharmonisan kerukunan umat beragama pada anak – anak Negeri Cenderawasih,”  tandasnya.

Dalam jumpa pers Asosiasi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar asal Saireri (AMPPAS), di hadiri juga Dominggus Erari dari Mahasiswa Waropen, Randi Sanadi selaku mahasiswa Biak, Adriyanus Rumboirusi dari Yapen, Yuan Rumbiak dari Biak.

 

Sementara itu, berkaitan dengan berbagai kasus Jafat Umar Thalib, membuat gelombang besar masyarakat Papua melakukan aksi damai mendesak Pemerintah Provinsi untuk memulangkan pelaku tersebut. Bahkan bukan hanya umat Nasrani, melainkan juga dari Umat Muslim Papua juga mendesak hal yang sama dan meminta Polda Papua tindak tegas. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here